Regional CEO (RCEO) Bank Syariah Indonesia Aceh, Imsak Ramadhan, menyampaikan sambutan dalam kegiatan media gathering BSI Aceh di Banda Aceh, Rabu (13/5/2026)Banda Aceh (RA) – Bank Syariah Indonesia Region Aceh menggelar Media Gathering bersama insan pers di Auditorium Landmark BSI Aceh, Banda Aceh, Rabu (13/5/2026).

Kegiatan tersebut mengangkat tema “Peran Strategis Perbankan Syariah dalam Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Aceh”.
Regional CEO BSI Aceh, Imsak Ramadhan, mengatakan bahwa perkembangan BSI secara nasional terus menunjukkan capaian positif. Saat ini, BSI berhasil masuk dalam lima besar perbankan nasional berdasarkan pertumbuhan aset.
Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi bukti semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan syariah di Indonesia, termasuk di Aceh.
Hal itu terlihat dari pertumbuhan rekening nasabah dan transaksi di Aceh juga mengalami peningkatan seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap layanan berbasis syariah.
Khusus pada tiga bulan pertama tahun 2026, jumlah nasabah meningkat sekitar 0,5 juta menjadi 23,7 juta nasabah
“Alhamdulillah, saat ini BSI sudah berada di peringkat lima nasional. Ini menunjukkan pertumbuhan yang sangat baik dan tentu tidak terlepas dari dukungan masyarakat, termasuk nasabah di Aceh,” ujarnya.
“Peningkatan customer base ini turut mendorong Dana Pihak Ketiga (DPK) BSI pada Triwulan I 2026 tumbuh 18 persen secara year on year menjadi Rp376,8 triliun,” tambah Imsak.
Dari sisi pembiayaan, BSI juga mencatat pertumbuhan double digit sebesar 14,39 persen (YoY) menjadi Rp329 triliun. Meski tumbuh signifikan, kualitas pembiayaan tetap terjaga dengan rasio Non-Performing Financing (NPF) gross sebesar 1,8 persen, membaik dibandingkan periode sebelumnya sebesar 1,88 persen, sementara NPF nett berada pada level 0,38 persen.
Pertumbuhan DPK tersebut turut mendorong total aset BSI per Maret 2026 meningkat menjadi Rp460,1 triliun. Capaian ini mengantarkan BSI masuk dalam jajaran Top 5 Bank di Indonesia setelah resmi menjadi bank persero pada 23 Januari 2026.
“Hal ini menunjukkan bahwa bank syariah saat ini memiliki posisi dan kinerja yang sejajar dengan bank-bank besar Himbara lainnya,” tambahnya.
Untuk kinerja regional, Imsak menyebutkan bahwa BSI Regional Aceh juga mencatatkan pertumbuhan yang positif dan berkelanjutan. Dana Pihak Ketiga (DPK) BSI Regional Aceh pada Triwulan I 2026 tumbuh 17,49 persen (YoY) menjadi Rp21 triliun.
Sementara dari sisi pembiayaan, BSI Aceh tumbuh 11,15 persen (YoY) menjadi Rp25,4 triliun dengan kualitas pembiayaan yang tetap sehat.
Menurutnya, keberadaan BSI tidak hanya sebagai lembaga keuangan syariah, tetapi juga menjadi representasi wajah perbankan syariah Indonesia yang modern, universal, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
“BSI menjadi cerminan wajah perbankan syariah Indonesia yang modern, universal, dan memberikan kebaikan bagi seluruh masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, posisi BSI saat ini juga semakin kuat dan mampu bersaing sejajar dengan bank-bank besar nasional seperti Bank Mandiri, BNI, dan BRI dalam kompetisi layanan perbankan nasional.
Selain itu, Imsak juga mengungkapkan bahwa BSI kini telah memiliki dua lisensi usaha, yakni sebagai bank syariah dan bank emas (bullion bank). Status tersebut menjadikan BSI sebagai salah satu bank dengan layanan paling lengkap di Indonesia.
“Di Indonesia yang memiliki dua lisensi seperti ini hanya dua, yakni Pegadaian dan BSI,” ujarnya.
Ia menegaskan, selain memperkuat bisnis dan layanan, BSI juga terus menjalankan perannya sebagai sahabat finansial, sahabat spiritual, dan sahabat sosial bagi masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Imsak turut menekankan pentingnya peran media dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap ekonomi dan keuangan syariah. Menurutnya, media memiliki kontribusi besar dalam menghadirkan informasi yang edukatif dan mudah dipahami publik.
Menurutnya, BSI juga terus membuka ruang kritik dan masukan dari masyarakat maupun media sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan kepada nasabah.
Dalam kegiatan tersebut, hadir pula pemateri dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Ferdinan Daular selaku Manager Madya OJK, yang memaparkan materi terkait peran strategis perbankan syariah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Aceh.
Kegiatan media gathering itu turut dihadiri Regional CEO Bank Syariah Indonesia Aceh Imsak Ramadhan, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Aceh Nasir Nurdin, perwakilan OJK Wilayah Aceh, pimpinan media, serta sejumlah wartawan dari berbagai platform media.
Tidak ada komentar