Ketua DPRK Aceh Utara Arafat Ali sedang berusaha untuk mencetak gol dalam ajang Turnamen Futsal DPRK Aceh Utara di Lapangan Alouh Futsal Lhokseumawe, Ahad (23/8). ARMIADI RAKYAT ACEHRAKYAT ACEH | LHOKSEUMAWE – Persaingan olahraga di lingkungan DPRK Aceh Utara berlangsung meriah. Enam tim internal DPRK Aceh Utara turun dalam Turnamen Futsal DPRK Aceh Utara yang digelar di Lapangan Alouh Futsal Lhokseumawe, Ahad (23/8).
Turnamen tersebut mempertemukan tim dari Komisi I hingga Komisi V DPRK Aceh Utara serta Sekretariat DPRK Aceh Utara. Tak sekadar menjadi arena adu kemampuan mengolah si kulit bundar, pertandingan ini juga menjadi momentum memperkuat silaturahmi, kekompakan, dan soliditas seluruh pimpinan DPRK, para ketua komisi, anggota DPRK serta sekretariat DPRK Aceh Utara.
Atmosfer kompetisi semakin menarik karena para peserta tidak hanya memburu kemenangan, tetapi juga memperebutkan Piala Bergilir DPRK Aceh Utara serta hadiah uang pembinaan bagi tiga tim terbaik.
Selain piala, juara pertama berhak membawa pulang uang pembinaan sebesar Rp2 juta, disusul juara kedua sebesar Rp1,5 juta, sedangkan juara ketiga mendapatkan Rp1 juta.
Selain penghargaan bagi tim terbaik, panitia juga menyiapkan penghargaan individu bagi pemain paling produktif. Gelar Top Score diberikan kepada pemain dengan torehan gol terbanyak dengan hadiah uang sebesar Rp500 ribu.
Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRK Aceh Utara, Saiful Basri, mengatakan turnamen tersebut digelar sebagai bagian dari upaya membangun kebersamaan dan menciptakan suasana kerja yang semakin solid melalui kegiatan olahraga.
Menurutnya, olahraga menjadi salah satu media yang efektif untuk mempererat hubungan antar pimpinan, komisi, sekaligus membangun komunikasi dan kebersamaan antara anggota DPRK dengan jajaran Sekretariat DPRK Aceh Utara.
“Turnamen ini bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara. Yang lebih penting adalah bagaimana olahraga dapat memperkuat silaturahmi, kekompakan, dan kebersamaan di lingkungan DPRK Aceh Utara,” kata Saiful Basri.
Ia mengingatkan seluruh peserta agar menjunjung tinggi sportivitas dan prinsip fair play selama pertandingan berlangsung. Semangat memenangkan pertandingan, kata dia, harus tetap diiringi sikap saling menghargai dan menjaga suasana kebersamaan.
Dengan melibatkan seluruh unsur internal DPRK Aceh Utara, turnamen futsal tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kompetisi olahraga semata, tetapi menjadi ruang membangun soliditas kelembagaan.
Dari lapangan futsal, semangat kompetisi dan kebersamaan pun dipertemukan dalam satu tujuan menciptakan lingkungan kerja yang semakin kompak, sehat, dan harmonis. (arm/ra)
Tidak ada komentar