Walikota Lhokseumawe Sayuti Abubakar didampingi Plt Kepala Pelaksana BPBD Lhokseumawe, Said Bachtiar, pada Senin (26/10), meninjau kawasan waduk Pusong Lhokseumawe yang terjadi puting beliung pada Ahad malam. ARMIADI RAKYAT ACEH.RAKYAT ACEH | LHOKSEUMAWE – Angin puting beliung yang disertai hujan dan petir menerjang Kota Lhokseumawe, Ahad (25/10) malam, memicu kerusakan di sejumlah titik. Sebanyak 32 pohon dilaporkan tumbang, 27 kios di kawasan Waduk Pusong rusak, sementara satu rumah di Gampong Meunasah Mee dan satu meunasah di Kecamatan Muara Dua turut terdampak.
Peristiwa yang disertai hujan deras dan angin kencang itu tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga menimbulkan risiko keselamatan serta kerugian bagi warga dan pelaku usaha. Sejumlah pohon bahkan dilaporkan menimpa rumah dan kendaraan.
Di tengah situasi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Lhokseumawe mengerahkan personel untuk menangani dampak kejadian, terutama membersihkan pohon tumbang yang menghambat akses dan berpotensi membahayakan masyarakat.
Plt. Kepala Pelaksana BPBD Kota Lhokseumawe, Said Bachtiar, S.T., M.T., turun langsung ke kawasan Waduk Pusong bersama sejumlah pejabat dan petugas untuk mendukung proses penanganan di lapangan.
Berdasarkan laporan sementara Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kota Lhokseumawe, sebanyak 28 pohon tumbang tercatat di kawasan Waduk Pusong, Kecamatan Banda Sakti.
Sementara itu, satu pohon tumbang dilaporkan di depan Kantor Urusan Agama (KUA) Gampong Keude Aceh dan satu pohon lainnya di depan Pos Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI), Gampong Mon Geudong. Kedua lokasi tersebut juga berada di Kecamatan Banda Sakti.
Dua titik lainnya berada di Kecamatan Muara Dua, masing-masing di Gampong Blang Poroh dan Jalan Ulumuddin, Lorong Lhok Kupula, Dusun D, Gampong Uteunkot.
Kerusakan di Waduk Pusong menjadi perhatian karena kawasan tersebut tidak hanya terdampak pohon tumbang, tetapi juga mengalami kerusakan pada 27 kios dan kontainer tempat usaha. Kondisi ini menambah dampak ekonomi yang harus dihadapi para pelaku usaha setelah cuaca ekstrem melanda.
Dalam penanganan di lokasi, Said Bachtiar bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Lhokseumawe, Bukhari, S.Sos., M.Si., Plt. Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setdako Lhokseumawe, Musliadi, S.E., yang akrab disapa Bayu, serta Kepala Bagian Umum Setdako Lhokseumawe, Mulkan, S.T., terlihat terlibat dalam kegiatan penanganan.
BPBD Kota Lhokseumawe menerima informasi kejadian melalui Tim Reaksi Cepat (TRC) pada pukul 20.30 WIB. Petugas kemudian bergerak menuju lokasi menggunakan satu unit kendaraan operasional L300 dan satu unit mobil double cabin.
Dalam laporan sementara, waktu respons awal petugas tercatat sekitar lima menit sejak informasi diterima. Penanganan melibatkan personel TRC BPBD Regu A, B, dan C, bersama unsur TNI, Polri, pemadam kebakaran, Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar), RAPI, ERPA, serta masyarakat.
Petugas melakukan pembersihan material pohon tumbang untuk mengurangi risiko kecelakaan, membuka akses yang terganggu, dan membantu memulihkan aktivitas warga.
Namun, penanganan bencana tidak cukup berhenti pada pembersihan material yang berserakan. Pendataan menyeluruh terhadap kerusakan rumah, kios, kendaraan, dan fasilitas umum juga diperlukan untuk memastikan besarnya dampak serta kebutuhan penanganan lanjutan.
Pembersihan Berlanjut, Evaluasi Mitigasi Menjadi Pekerjaan Berikutnya
Hingga Senin (26/10), BPBD bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), serta instansi terkait masih melanjutkan pembersihan pohon tumbang di sejumlah lokasi terdampak.
Wali Kota Lhokseumawe, Sayuti Abubakar, turut meninjau kawasan Waduk Pusong dan mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan deras serta angin kencang.
Masyarakat diminta menghindari area yang belum dinyatakan aman, khususnya di sekitar pohon rawan tumbang dan bangunan yang mengalami kerusakan. Warga juga diimbau segera melaporkan kondisi berbahaya kepada petugas terkait.
“Kita juga meminta warga untuk menghindari area yang belum dinyatakan aman dan segera melaporkan kondisi berbahaya kepada petugas terkait,” ujar Sayuti.
Pemeriksaan berkala terhadap pohon-pohon berisiko tumbang, evaluasi kondisi bangunan dan kios, serta pemantauan fasilitas umum perlu menjadi bagian dari pengurangan risiko bencana.
Pemerintah daerah juga perlu memastikan pendataan kerusakan dilakukan secara akurat agar dampak terhadap masyarakat dapat dipetakan dan kebutuhan penanganan lanjutan ditentukan secara tepat.
Kecepatan petugas dalam merespons keadaan darurat merupakan bagian penting dari penanggulangan bencana. Namun, perlindungan masyarakat dalam jangka panjang juga ditentukan oleh kesiapan mitigasi, koordinasi lintas instansi, dan tindak lanjut terhadap wilayah yang berulang kali berisiko terdampak cuaca ekstrem.
Sementara itu, Plt Kadinsos Lhokseumawe, Safriadi menyerahkan bantuan masa panik kepada warga terdampak lewat keuchik Pusong Lama, Kota Lhokseumawe, Valdian Saputra di kantor Keuchik setempat, pada Senin (26/10). (arm/ra)
Tidak ada komentar