
RAKYAT ACEH | LHOKSEUMAWE -Satuan Tugas Khusus (Satgassus) Swasembada Pangan Aceh bersama tim Satgassus Kota Lhokseumawe menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah toko sembako di kawasan Pasar Inpres Lhokseumawe, pada Ahad (30/11).

Hasil investigasi lapangan menunjukkan harga sejumlah kebutuhan pokok masih berada pada level tinggi, sementara stok beras premium di banyak toko dilaporkan habis.
Dalam sidak yang dipimpin langsung Sekjen Satgassus Swasembada Pangan Aceh, Cek Ram, tim menemukan harga cabe merah tembus Rp170.000 per kilogram, sementara beras premium dijual antara Rp270.000 hingga Rp300.000 per karung. Di sejumlah kios, beras premium bahkan tidak lagi tersedia.
Para pedagang hanya menjual beras medium dari Bulog dengan harga Rp13.000 per kilogram atau Rp65.000 untuk kemasan 5 kilogram.
Turut hadir dalam sidak tersebut Humas Satgassus Aceh Jamaluddin, SE, Saipul Anwar, Sufyan, serta anggota Satgassus Kota Lhokseumawe Zulkarnain.
Sidak ini dilakukan menindaklanjuti surat edaran Wali Kota Lhokseumawe mengenai adanya temuan kenaikan harga sembako secara tidak wajar, terutama saat daerah tengah menghadapi kondisi bencana banjir dan longsor.
Cek Ram menjelaskan, warga melaporkan bahwa sejumlah toko beras memilih tutup dengan alasan kehabisan stok, sekaligus mengeluhkan harga kebutuhan pokok yang masih membumbung.
“Kami meminta Pemerintah Aceh dan Pemko Lhokseumawe segera mengambil langkah cepat dan tepat untuk menangani persoalan ini, agar lonjakan harga kebutuhan pokok tidak semakin membebani masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kenaikan harga beras premium yang mencapai lebih dari 40 persen sangat memberatkan masyarakat, terutama para korban banjir di Lhokseumawe.
“Masyarakat sudah menjadi korban banjir dan longsor. Jangan lagi mereka dibebani dengan harga kebutuhan pokok yang melambung di pasar,” tegasnya.
Satgassus meminta pemerintah turun tangan memastikan stabilitas harga dan distribusi pangan agar tidak terjadi gejolak di lapangan. (arm/ra)
Tidak ada komentar