
RAKYAT ACEH | LHOKSEUMAWE – Universitas Pertahanan Republik Indonesia (UNHAN) mengerahkan sebanyak 25 taruna dan taruni kedokteran ke wilayah terdampak banjir di Provinsi Aceh. Para tenaga medis muda tersebut ditugaskan untuk memperkuat layanan kesehatan bagi warga, khususnya di Kabupaten Aceh Tamiang.

Rombongan berangkat dari Jakarta menggunakan pesawat Hercules CN A-2904 milik TNI Angkatan Udara dan mendarat di Bandara Malikussaleh, Aceh Utara, sekitar pukul 14.27 WIB. Kedatangan mereka disambut langsung oleh Komandan Korem 011/Lilawangsa, Kolonel Inf Ali Imran, pada Sabtu (6/12/2025).
Dalam arahannya, Danrem Ali Imran menjelaskan bahwa para taruna dan taruni kedokteran UNHAN akan diperbantukan di berbagai titik posko pengungsian di Aceh Tamiang. Mereka akan bekerja bersama Babinsa setempat dan berada dalam pengawasan Dandenkes Rumah Sakit TNI AD Lhokseumawe.
“Puluhan taruna dan taruni kedokteran UNHAN ini akan bertugas memberikan pelayanan kesehatan kepada para pengungsi maupun warga terdampak banjir. Mereka akan ditempatkan pada sejumlah posko utama di Aceh Tamiang,” ujar Danrem.
Menurutnya, dukungan tenaga kesehatan ini merupakan bagian dari langkah pemerintah pusat dalam mempercepat penanganan pascabencana, terutama setelah banjir dan tanah longsor yang menerjang beberapa wilayah di Indonesia dalam sepekan terakhir.
Aceh Tamiang menjadi salah satu daerah dengan kondisi paling memprihatinkan. Banjir dan longsor telah memporak-porandakan permukiman warga, menyebabkan ribuan orang mengungsi dan kehilangan harta benda.
Dalam situasi tersebut, pelayanan kesehatan cepat dan tepat sangat dibutuhkan untuk mencegah munculnya penyakit di lokasi pengungsian. Kehadiran para siswa kedokteran UNHAN diharapkan mampu memperkuat upaya normalisasi kondisi masyarakat pasca bencana. (arm/ra)
Tidak ada komentar