x

Tanggul Sungai Jebol 30 Meter, Warga Pesisir Aceh Tamiang Diimbau Mengungsi

waktu baca 2 menit
Senin, 12 Okt 2026 07:16 1 redaksi

RAKYAT ACEH | RAKYAT ACEH – Tanggul sungai di pesisir Desa Marlempang, Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang, jebol akibat derasnya arus sungai yang dipicu hujan lebat dalam beberapa hari terakhir.

 

Jebolnya tanggul menyebabkan air sungai meluap ke perkebunan kelapa sawit milik warga hingga merendam permukiman penduduk.

 

Datok Penghulu Desa Marlempang M. Arif di Aceh Tamiang, Minggu (11/10) malam mengatakan tanggul tersebut jebol sekitar pukul 16.00 WIB. Saat ini, air telah memasuki permukiman warga. Lokasi tanggul yang jebol berjarak sekitar 500 meter dari permukiman penduduk.

 

“Badan tanggul yang jebol selebar 30 meter. Malam ini air sudah masuk permukiman setinggi 30-50 sentimeter. Arusnya seperti peluru, langsung mengarah ke daratan,” ujar Arif.

 

Sejauh ini, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Bendahara telah meninjau lokasi tanggul yang jebol di Desa Marlempang.

 

Sebagai upaya penanganan awal, warga secara swadaya melakukan penimbunan tanah untuk meninggikan tanggul. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil karena debit air sungai terus meningkat.

 

“Upaya membuat benteng tanggul sia-sia. Masyarakat tidak mampu dan pasrah dengan jebolnya tanggul,” katanya.

 

Menurut Arif, luapan air sungai telah merendam Dusun I Desa Marlempang dan sebagian wilayah desa tetangga, yakni Desa Balai.

 

Warga juga diimbau tetap waspada dan mengungsi ke dataran yang lebih tinggi apabila volume air terus meningkat.

 

“Malam ini hujan deras terjadi hampir di seluruh wilayah Aceh Tamiang. Otomatis debit sungai terus naik akibat banjir kiriman dari hulu. Rumah saya pun sudah dimasuki air,” kata Arif.

 

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang segera mengerahkan alat berat untuk menutup tanggul yang jebol dan mencegah kerusakan semakin meluas.

 

“Kami sudah bertemu Pak Camat dan Kapolsek. Tadi sudah ada konfirmasi bahwa besok pejabat kabupaten turun sekaligus membawa alat berat,” ujarnya.

 

Warga bantaran tanggul Agus Setiawan mengatakan saat ini sejumah warga sudah siaga karena air sudah masuk perkarangan rumah. Meski diprediksi air akan terus brtambah, namun sbagian warga masih bertahan di rumah masing-masing.

 

“Airnya naik terus, piling rumah kami malam ini terendam karena daerah rendah. Kemungkinan mengungsi di masjid,” tutur Agus.

 

Dari penelusuran di lapangan, sejumalh desa bantaran sungai wilayah Karang Baru sudah terendam banjir luapan diantaranya Suka Jadi dan Tanjung Karang. Termasuk kompleks perumahan hunian sementara (Huntara) di kawasan Alur Bemban juga terpantau terendam banjir akibat curah hujan tinggi. Namun sejauh ini belum ada keterangan resmi dari pihak BPBD Aceh Tamiang terkait jumlah desa yang terdampak banjir. (ddh)

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x