x

100.000 Jemaah Haji Indonesia Belum Pernah Naik Pesawat

waktu baca 2 menit
Sabtu, 18 Apr 2026 09:18 1 redaksi

JAKARTA (RA) – Para petugas haji diminta lebih peka dalam melayani jemaah. Sebab, jemaah haji Indonesia berasal dari latar belakang yang beragam, baik dari sisi pendidikan maupun pengalaman.
Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menjelaskan, demografi jemaah haji Indonesia tahun ini sangat beragam.

”Jemaah kita itu 55 ribunya itu tidak lulus SD. Bahkan data kami, 100 ribunya itu baru pertama kali terbang. Jadi baru pertama kali naik pesawat,” terangnya di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta Timur, Jumat (17/4).

Selain itu, sekitar 177 ribu jemaah haji Indonesia masuk dalam kategori risiko tinggi sehingga memerlukan perhatian penuh.
Dengan kondisi-kondisi tersebut, para jemaah haji sangat memerlukan pendampingan dari petugas. Bukan hanya dalam hal fikih ibadah, namun juga dalam hal-hal teknis.
Selain itu, sekitar 177 ribu jemaah haji Indonesia masuk dalam kategori risiko tinggi sehingga memerlukan perhatian penuh.

Dengan kondisi-kondisi tersebut, para jemaah haji sangat memerlukan pendampingan dari petugas. Bukan hanya dalam hal fikih ibadah, namun juga dalam hal-hal teknis.
Selain itu, sekitar 177 ribu jemaah haji Indonesia masuk dalam kategori risiko tinggi sehingga memerlukan perhatian penuh.
Dengan kondisi-kondisi tersebut, para jemaah haji sangat memerlukan pendampingan dari petugas. Bukan hanya dalam hal fikih ibadah, namun juga dalam hal-hal teknis.
Dari sisi profesi, nyaris sepertiga jemaah haji Indonesia berkecimpung di sektor pertanian.

”Jadi 30% jemaah kita itu petani, kemudian ada sekitar 25%-nya itu buruh dan karyawan biasa. Jadi tugas teman-teman ini berat,” tutur Dahnil.
Karena itu, sejak awal para petugas haji diminta untuk mengedukasi jaaahnya, bahkan sebelum masa keberangkatan.
Tujuannya, agar para jemaah haji lebih siap menghadapi hal-hal teknis selama berada di tanah suci.

”Bahkan kami menganjurkan seluruh petugas melakukan edukasi via sosial media, kabar-kabar baik, kemudian memastikan informasi yang baik dan dibutuhkan oleh jemaah itu sampai ke jemaah dan keluarganya,” imbuh Dahnil. (jpg/hra)

 

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x