x

2.352 Jemaah Haji Aceh Tiba di Arab Saudi, Dana Wakaf Baitul Asyi Mulai Dibagikan

waktu baca 3 menit
Selasa, 12 Mei 2026 09:44 4 redaksi

RAKYAT ACEH | BANDA ACEH – Sebanyak 2.352 jemaah haji asal Aceh yang tergabung dalam enam kelompok terbang (kloter) telah tiba di Arab Saudi hingga Senin (11/5). Bersamaan dengan itu, jemaah Aceh yang sudah berada di Makkah juga mulai menerima dana Wakaf Baitul Asyi sebesar 2.000 riyal Arab Saudi (SAR) per orang.
Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Banda Aceh, Arijal, mengatakan total jemaah haji Aceh tahun ini mencapai 5.426 orang. Dari jumlah tersebut, hampir separuhnya telah diberangkatkan melalui Embarkasi Banda Aceh.

“Jumlah jemaah haji Aceh tahun ini sebanyak 5.426 orang. Sampai hari ini, jumlah jemaah yang sudah tiba di Arab Saudi sebanyak 2.352 orang dan sudah terbang sebanyak enam kloter,” kata Arijal.
Dari total jemaah yang telah tiba, sebanyak 952 orang merupakan laki-laki dan 1.400 lainnya perempuan. Arijal menjelaskan, Kloter 1 yang berjumlah 393 jemaah masih berada di Madinah dan dijadwalkan bergerak menuju Makkah Al-Mukarramah pada Kamis mendatang. Sementara itu, sebanyak 1.959 jemaah lainnya dari Kloter 1 hingga Kloter 6 telah berada di Makkah.

PPIH Embarkasi Banda Aceh juga mencatat adanya enam kursi kosong (open seat) pada pemberangkatan sebelumnya, yakni tiga kursi kosong di Kloter 6, dua kursi kosong di Kloter 2, dan satu kursi kosong di Kloter 3.

Di sisi lain, Kloter 7 telah masuk Asrama Haji pada 11 Mei 2026 pukul 10.00 WIB dan dijadwalkan berangkat menuju Jeddah pada 12 Mei 2026 pukul 11.40 WIB. Pesawat diperkirakan tiba di Arab Saudi sekitar pukul 16.00 waktu setempat.

Kloter 7 terdiri atas 393 jemaah dengan rincian 246 orang asal Aceh Timur, 138 orang asal Pidie, masing-masing satu orang dari Pidie Jaya, Aceh Utara, dan Aceh Besar. Selain itu, turut mendampingi empat petugas PPIH kloter dan dua Petugas Haji Daerah (PHD).

Dari jumlah tersebut, sebanyak 149 jemaah merupakan laki-laki dan 238 lainnya perempuan. Jemaah tertua tercatat atas nama Muhammad Main Bansu berusia 95 tahun asal Aceh Timur, sedangkan jemaah termuda adalah Rizqi Julungan Khaliq, 21 tahun, asal Aceh Utara.

Selama di Arab Saudi, jemaah Kloter 7 akan menempati wilayah Jarwal dengan hotel di sektor 6 Makkah dan sektor 3 Madinah. Di Makkah, jemaah akan menginap di Burj Al Wahda Almutamayiz Hotel, sedangkan selama di Madinah ditempatkan di Grand Zowar Hotel. Kloter ini dijadwalkan kembali ke Tanah Air pada 21 Juni 2026 menggunakan penerbangan GIA2407.

Sementara itu, jemaah haji Aceh yang telah tiba di Makkah mulai menerima dana Wakaf Baitul Asyi. Penyaluran perdana dilakukan kepada jemaah Kloter 02-BTJ yang berjumlah 391 orang.
Kepala Subbagian Humas PPIH Embarkasi Banda Aceh, Darwin, mengatakan pembagian dana dilakukan di hotel tempat jemaah menginap di kawasan Jarwal, Sektor 6, Makkah, usai salat Asar waktu Arab Saudi.
“Nilainya sama seperti tahun lalu, yaitu 2.000 riyal per jemaah. Pembagian dilakukan langsung di hotel tempat mereka menginap,” ujar Darwin.
Dana wakaf tersebut diserahkan langsung oleh Syekh Abullatif Baltou selaku nazir Wakaf Baitul Asyi. Penyaluran akan dilakukan secara bertahap kepada seluruh jemaah Aceh sesuai jadwal kedatangan di Arab Saudi dan kesiapan pihak nazir.

Darwin menjelaskan, setiap jemaah diwajibkan menunjukkan kartu Wakaf Baitul Asyi yang telah dibagikan di Asrama Haji sebelum keberangkatan.
Ia menambahkan, nominal dana wakaf tahun ini masih sama dengan musim haji sebelumnya, meski Pemerintah Aceh sempat mengusulkan adanya kenaikan bantuan.
Selain menerima dana wakaf sebesar 2.000 riyal, setiap jemaah juga memperoleh living cost dari pemerintah sebesar 750 riyal. Dengan demikian, total dana yang diterima jemaah haji Aceh tahun ini mencapai 2.750 riyal atau sekitar Rp12,71 juta per orang.

Darwin mengimbau agar dana tersebut dimanfaatkan secara bijak untuk mendukung kebutuhan ibadah selama di Tanah Suci, bukan semata-mata untuk berbelanja.
“Diharapkan dana tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik untuk ibadah, dan juga mendoakan pihak-pihak pemberi wakaf tersebut,” tutup Darwin. (sep/min)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x