x

Kolaborasi Tiga Pilar, ABPEDNAS Resmikan Program Sumur Air Bersih di Lambleut

waktu baca 3 menit
Senin, 11 Mei 2026 15:22 16 redaksi

Rakyat Aceh | Aceh Besar – Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) bersama Kejaksaan RI dan PT Sucofindo secara resmi memulai program pembangunan 70 titik sumur air bersih di seluruh Indonesia.

Ketua Umum ABPEDNAS, Indra Utama, menyatakan bahwa pemilihan Aceh sebagai lokasi perdana bukan tanpa alasan. Selain karena tingginya kebutuhan mendesak akan air bersih pascabencana di wilayah setempat, PT Sukovindo juga bersiap membuka dua kantor cabang representatif di Aceh.

“Kita melihat langsung di sini (Lambleut), warganya bahkan kesulitan mendapatkan air untuk berwudu karena kondisinya keruh kehitaman. Ini menjadi prioritas kami,” ujar Indra Utama di lokasi kick-off atau pencanangan perdana dipilih di Gampong Lambleut, Kecamatan Darul Kamal, Aceh Besar, Minggu (10/5).
Indra menjelaskan bahwa program yang dinamakan ‘Kolaborasi Sejahtera’ ini tidak hanya membangun sumur dangkal, tetapi menyiapkan tiga model infrastruktur air bersih yang disesuaikan dengan kondisi geografis masing-masing desa:

Pompa Dragon: Untuk wilayah dengan debit air tinggi namun membutuhkan daya dorong kuat.

Pompa Sanyu dengan Toren: Untuk pemukiman padat penduduk yang membutuhkan distribusi merata.

Pemanfaatan aliran sungai: Lengkap dengan sistem penetrasi.

“Kami sudah menyiapkan alat filter. Jika sumber air belum layak konsumsi karena kadar besi atau lumpur, setelah melewati filter ini, airnya akan jernih dan aman untuk diminum,” tegasnya.
Tidak berhenti di 70 titik pertama, ABPEDNAS berkomitmen untuk melanjutkan program ini ke seluruh Indonesia. Indra Utama menambahkan bahwa kriteria awal penentuan titik lokasi didasarkan pada dua hal: keberadaan 70 cabang kantor Sukovindo di Indonesia, serta desa-desa yang memiliki anggota APETNAS (sebutan untuk anggota ABPEDNAS) di tingkat DPD hingga DPC.

Ia, menambahkan bahwa pihaknya akan terus memetakan daerah-daerah yang sangat membutuhkan air bersih, di sati desa atau gampong di Aceh Timur yang delapan jam pasca bencana masih mengalami krisis air.

“Kami berharap program ini menjadi gerakan nasional. Presiden Prabowo Subianto sangat peduli dengan kondisi desa dan ketersediaan air bersih. Ini adalah wujud nyata kolaborasi antara aparat penegak hukum (Kejaksaan), BUMN (Sukovindo), dan pengurus desa (ABPEDNAS),” tutup Indra Utama.

Pada kesempatan ini Perwakilan Perusahaan Sucofindo, Nuri Hidayat menyampaikan, berharap bahwa dengan kolaborasi ini, dapat memberikan manfaat sosial kepada masyarakat tentunya dengan penyediaan air bersih, yang dimana air bersih ini sangat merupakan kebutuhan yang fondasi, paling fondasi dalam kehidupan masyarakat.

“Sehingganya kami berharap bahwa dengan kolaborasi bersama ini dan penyediaan air bersih ini bisa membantu masyarakat sekitar. Terutama di Aceh ini ada dua titik di Aceh, tadi disampaikan Pak Ketua Umum ABPEDNAS, yaitu satu di Gampung Lambleut dan satu lagi di Aceh Timur,” jelasnya.
Lanjutnya, dan ini hanya mungkin selisih beberapa hari, disana sudah bisa mulai dalam minggu-minggu bulan Mei ini juga.

“Tadi juga disebutkan oleh Pak Ketum, Pak Indra Utama, bahwa nanti berbarengan dengan peresmian kantor cabang kami di Aceh,” ungkapnya.

Targetnya, sebelum tanggal 25 Mei, Insya Allah sudah selesaikan dilaksanakan sumur bor. (rus)

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x