x

PT Surveyor Indonesia bersama Badan Pengelola Migas Aceh Dorong Pembangunan Ekonomi Aceh melalui Pengelolaan Migas yang Berkelanjutan dan Transparan

waktu baca 2 menit
Senin, 2 Feb 2026 17:56 19 redaksi

Rakyat Aceh| Banda Aceh – 2 Februari 2026 — PT Surveyor Indonesia (Persero) menegaskan komitmennya untuk berkontribusi dalam pembangunan ekonomi Aceh melalui pengelolaan industri minyak dan gas bumi yang baik, berkelanjutan, dan transparan. Komitmen tersebut disampaikan oleh Direktur Utama PT Surveyor Indonesia, Fajar Wibhiyadi, dalam 7th Aceh Upstream Oil & Gas Supply Chain Management Summit 2026 yang digelar di Gedung AAC Dayan Dawood, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.

Sebagai bagian dari Holding IDSurvey, PT Surveyor Indonesia menjalankan peran strategis melalui layanan Testing, Inspection, Certification, and Consultation (TICC) yang terintegrasi secara end-to-end, mulai dari eksplorasi, perencanaan, konstruksi dan commissioning, hingga operasi, produksi, serta distribusi dan pelayanan. Peran ini memastikan aktivitas hulu migas berjalan akuntabel, efisien, dan sesuai regulasi, sehingga mampu memberikan nilai ekonomi yang optimal bagi daerah.

Dalam konteks Aceh, PT Surveyor Indonesia selama ini telah bermitra dan berkolaborasi dengan Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) dalam mendukung penguatan tata kelola dan kematangan industri migas di wilayah tersebut. Kemitraan ini berperan penting dalam memastikan pengelolaan sumber daya migas Aceh berjalan sesuai standar, mendukung optimalisasi aset, serta menciptakan kepastian dan kepercayaan bagi seluruh pemangku kepentingan industri.

Dalam sesi paparannya, Fajar Wibhiyadi menekankan bahwa tata kelola migas yang sustainable dan traceable dapat menjadi pondasi penting bagi pemulihan dan penguatan ekonomi lokal Aceh, khususnya melalui peningkatan daya saing industri, keberlanjutan produksi, serta terciptanya iklim investasi yang sehat dan bertanggung jawab.

“Pengelolaan migas yang baik tidak hanya berkontribusi pada ketahanan energi nasional, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam membangun fondasi ekonomi daerah. Melalui kolaborasi yang kuat dengan para pemangku kepentingan, termasuk BPMA, industri migas Aceh dapat terus tumbuh secara matang dan berkelanjutan,” ujar Fajar Wibhiyadi.

Sejalan dengan agenda pembangunan jangka panjang, PT Surveyor Indonesia mendorong transisi energi melalui penguatan sistem verifikasi dan pemanfaatan teknologi digital. Upaya ini ditujukan untuk menjaga keberlanjutan industri migas sekaligus mendukung pengembangan industri energi masa depan yang lebih efisien dan rendah emisi, seiring dengan penguatan kapasitas sumber daya manusia lokal agar berperan aktif dalam rantai nilai industri energi di Aceh.

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x