DIGENDONG: Heroik, sejumlah warga menggendong dan mendorong dua lumba-lumba raksasa yang terdampar di kawasan paluh hutan mangrove pertambakan warga saat upaya evakuasi ke laut dalam di Desa Kuala Pusung Kapal, Kecamatan Seruway, Aceh Tamiang, Kamis (5/3/2026). FOR RAKYAT ACEHKuala Simpang | Rakyat Aceh – Aksi heroik diperlihatkan warga Desa Kuala Pusung Kapal, Kecamatan Seruway, Aceh Tamiang. Selama empat jam penuh, para nelayan berjibaku menyelamatkan dua ekor lumba-lumba raksasa yang terjebak di alur air dangkal kawasan tambak.

Dua mamalia laut yang diduga sepasang jantan dan betina itu ditemukan dalam kondisi lemas tak berdaya. Tubuhnya diperkirakan berbobot lebih dari 200 kilogram dengan panjang mencapai 2,5 meter.
Kondisi keduanya sempat kritis karena air surut dan minimnya oksigen di perairan hutan bakau yang berlumpur.
”Kondisinya sempat sangat kritis karena air dangkal sekali. Sepertinya tersesat saat mencari makan atau sempat tersangkut jaring sebelum masuk ke area tambak,” kata Sekretaris Desa Kuala Pusung Kapal, Yudi Amri, saat dikonfirmasi, Jumat (6/3/2026).
Yudi menjelaskan, satwa mamalia tersebut ditemukan warga pada Kamis (5/3) sekitar pukul 09.00 WIB. Temuan itu langsung dilaporkan ke perangkat desa yang kemudian mengerahkan warga ke lokasi.
Proses evakuasi baru bisa dimulai pukul 11.00 WIB. Pasalnya, warga harus menunggu bantuan personel tambahan untuk mengangkat tubuh besar sang lumba-lumba.
Dramatis, Dievakuasi Manual Tanpa Mesin
Proses evakuasi berlangsung sangat dramatis. Karena mesin kapal tak mungkin digunakan di alur air yang dangkal, warga terpaksa turun langsung ke lumpur.
Tanpa alat bantu, nelayan setempat secara manual “menggendong” dan mendorong tubuh licin mamalia tersebut. Mereka harus menempuh jarak ratusan meter menuju perairan yang lebih dalam.
Warga pun harus berkejaran dengan waktu sembari menunggu air pasang tiba.
”Alhamdulillah, setelah dipandu perlahan menuju air dalam, kondisi lumba-lumba yang tadi lemas mulai membaik. Kami pastikan keduanya selamat sampai ke muara laut,” ujar Yudi lega.
Apresiasi dari Camat
Camat Seruway, Rusni Devi A. Manullang, memberikan apresiasi tinggi atas kesigapan warganya. Baginya, aksi ini adalah bukti kepedulian lingkungan yang luar biasa dari masyarakat pesisir Aceh Tamiang.
”Kami melihat sendiri melalui video evakuasi betapa sulitnya warga mendorong lumba-lumba sebesar itu. Yang terpenting, nyawa satwa tersebut berhasil diselamatkan dan sudah kembali ke habitatnya,” tegas Devi.
Hingga saat ini, belum diketahui pasti jenis lumba-lumba tersebut. Namun, keberhasilan evakuasi mandiri dengan peralatan seadanya ini menjadi buah bibir masyarakat setempat. (ddh)
Teks foto:
: HDIGENDONGeroik, sejumlah warga menggendong dan mendorong dua lumba-lumba raksasa yang terdampar di kawasan paluh hutan mangrove pertambakan warga saat upaya evakuasi ke laut dalam di Desa Kuala Pusung Kapal, Kecamatan Seruway, Aceh Tamiang, Kamis (5/3/2026). FOR RAKYAT ACEH
Heroik! Nelayan Aceh Tamiang ‘Gendong’ 2 Lumba-lumba Raksasa yang Terjebak Lumpur
Kuala Simpang | Rakyat Aceh – Aksi heroik diperlihatkan warga Desa Kuala Pusung Kapal, Kecamatan Seruway, Aceh Tamiang. Selama empat jam penuh, para nelayan berjibaku menyelamatkan dua ekor lumba-lumba raksasa yang terjebak di alur air dangkal kawasan tambak.
Dua mamalia laut yang diduga sepasang jantan dan betina itu ditemukan dalam kondisi lemas tak berdaya. Tubuhnya diperkirakan berbobot lebih dari 200 kilogram dengan panjang mencapai 2,5 meter.
Kondisi keduanya sempat kritis karena air surut dan minimnya oksigen di perairan hutan bakau yang berlumpur.
”Kondisinya sempat sangat kritis karena air dangkal sekali. Sepertinya tersesat saat mencari makan atau sempat tersangkut jaring sebelum masuk ke area tambak,” kata Sekretaris Desa Kuala Pusung Kapal, Yudi Amri, saat dikonfirmasi, Jumat (6/3/2026).
Yudi menjelaskan, satwa mamalia tersebut ditemukan warga pada Kamis (5/3) sekitar pukul 09.00 WIB. Temuan itu langsung dilaporkan ke perangkat desa yang kemudian mengerahkan warga ke lokasi.
Proses evakuasi baru bisa dimulai pukul 11.00 WIB. Pasalnya, warga harus menunggu bantuan personel tambahan untuk mengangkat tubuh besar sang lumba-lumba.
Dramatis, Dievakuasi Manual Tanpa Mesin
Proses evakuasi berlangsung sangat dramatis. Karena mesin kapal tak mungkin digunakan di alur air yang dangkal, warga terpaksa turun langsung ke lumpur.
Tanpa alat bantu, nelayan setempat secara manual “menggendong” dan mendorong tubuh licin mamalia tersebut. Mereka harus menempuh jarak ratusan meter menuju perairan yang lebih dalam.
Warga pun harus berkejaran dengan waktu sembari menunggu air pasang tiba.
”Alhamdulillah, setelah dipandu perlahan menuju air dalam, kondisi lumba-lumba yang tadi lemas mulai membaik. Kami pastikan keduanya selamat sampai ke muara laut,” ujar Yudi lega.
Apresiasi dari Camat
Camat Seruway, Rusni Devi A. Manullang, memberikan apresiasi tinggi atas kesigapan warganya. Baginya, aksi ini adalah bukti kepedulian lingkungan yang luar biasa dari masyarakat pesisir Aceh Tamiang.
”Kami melihat sendiri melalui video evakuasi betapa sulitnya warga mendorong lumba-lumba sebesar itu. Yang terpenting, nyawa satwa tersebut berhasil diselamatkan dan sudah kembali ke habitatnya,” tegas Devi.
Hingga saat ini, belum diketahui pasti jenis lumba-lumba tersebut. Namun, keberhasilan evakuasi mandiri dengan peralatan seadanya ini menjadi buah bibir masyarakat setempat. (ddh)
Tidak ada komentar