x

PKB Aceh Diserbu Kandidat Lintas Profesi, Perebutan Kursi Ketua DPC 2026–2031 Makin Kompetitif

waktu baca 3 menit
Rabu, 4 Mar 2026 07:36 1 redaksi

BANDA ACEH | RAKYAT ACEH– Dinamika internal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Aceh mulai memanas. Sejak penjaringan bakal calon Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) se-Aceh masa bakti 2026–2031 resmi dibuka pada 1 Maret 2026, gelombang pendaftar dari beragam latar belakang profesi terus berdatangan, menandai fase baru konsolidasi politik partai di tingkat kabupaten/kota.

 

Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB Aceh membuka pendaftaran hingga 15 Maret 2026. Seluruh kandidat diwajibkan menyerahkan Curriculum Vitae (CV) melalui email resmi panitia atau berkoordinasi langsung dengan tim penjaringan. Skema ini dirancang untuk memastikan proses seleksi berlangsung transparan, inklusif, dan terukur di seluruh wilayah Aceh.

 

Ketua Tim Penjaringan, Muhammad Adam, M.Ed, menyebut lonjakan pendaftar sebagai refleksi meningkatnya daya tarik dan kepercayaan publik terhadap PKB Aceh. Menurutnya, partai tidak hanya membuka ruang bagi kader internal, tetapi juga figur eksternal yang dinilai memiliki kapasitas manajerial, rekam jejak kepemimpinan, serta komitmen memperkuat struktur organisasi.

 

“Penjaringan ini dilaksanakan atas arahan Ketua DPW PKB Aceh, H. Ruslan M. Daud, sebagai bagian dari penataan menyeluruh mesin partai menjelang agenda politik mendatang,”kata Muhammad Adam kepada Rakyat Aceh, Rabu (3/3).

 

Ia juga mengatakan, fokusnya bukan sekadar mengisi jabatan struktural, melainkan menyiapkan figur-figur strategis yang mampu mengakselerasi kerja-kerja politik hingga ke akar rumput.

 

Komposisi pendaftar menunjukkan spektrum yang luas: kader dan pengurus aktif, anggota legislatif kabupaten/kota dan provinsi, akademisi, profesional, pengusaha, aktivis sosial, tokoh perempuan dan pemuda, kalangan dayah dan santri, hingga mantan birokrat. Keberagaman ini dinilai memperkaya kualitas kompetisi dan membuka peluang lahirnya kepemimpinan yang adaptif terhadap dinamika politik lokal Aceh.

 

Untuk memperkuat partisipasi daerah, tim penjaringan menggelar safari politik ke sejumlah kabupaten/kota. Antara lain, Kabupaten Aceh Utara, Aceh Tamiang, Langsa, Aceh Timur, Lhokseumawe, Aceh Tengah, Bener Meriah, Bireuen, Pidie Jaya, Pidie, Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, dan Aceh Selatan. Agenda serupa dijadwalkan berlanjut ke Gayo Lues, Aceh Singkil, Aceh Tenggara, dan Subulussalam.

 

“Agenda ini tak hanya menjadi forum sosialisasi mekanisme pendaftaran, tetapi juga wahana konsolidasi struktur dan penyerapan aspirasi menjelang Musyawarah Cabang (Muscab),”terang Adam.

 

Sesuai jadwal, Muscab akan berlangsung pada 28 Maret hingga 20 April 2026. Selanjutnya, nama-nama kandidat akan mengikuti uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) oleh Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB sebelum penetapan final.

 

Dengan mekanisme berjenjang dan pengawasan berlapis, PKB Aceh menargetkan lahirnya kepemimpinan DPC yang solid, progresif, dan mampu memperluas basis dukungan politik di seluruh kabupaten/kota. Lonjakan pendaftar kali ini menjadi indikator bahwa kontestasi internal PKB Aceh tidak sekadar rutin organisasi, tetapi momentum strategis menuju penguatan peta politik daerah ke depan. (arm/ra)

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x