
Rakyat Aceh | Aceh Tamiang – Pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda yang berlokasi di Sungai Tamiang, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, pada Sabtu (4/4) dilaporkan telah memasuki tahap akhir dan hampir selesai. Proyek ini menjadi salah satu wujud nyata komitmen TNI dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan sungai.

Kegiatan pembangunan tersebut dilaksanakan oleh personel Kodim 0117/Aceh Tamiang bersama Brigif 25/Siwah sebagai bentuk sinergi dan kolaborasi antar satuan TNI dalam membantu pemerintah daerah mengatasi keterbatasan akses transportasi masyarakat. Jembatan gantung ini dibangun untuk menghubungkan Desa Sekerak Kiri dengan Desa Bandar Mahligai yang selama ini terpisah oleh aliran Sungai Tamiang.
Selama bertahun-tahun, masyarakat di kedua desa harus menghadapi berbagai kendala dalam beraktivitas, terutama saat menyeberangi sungai dengan kondisi cuaca yang tidak menentu dan meningkatnya debit air. Kehadiran jembatan ini diharapkan menjadi solusi efektif dalam membuka keterisolasian wilayah serta memperlancar mobilitas warga.
Memasuki tahap penyelesaian, progres pembangunan saat ini difokuskan pada penyempurnaan konstruksi, penguatan struktur jembatan, serta penataan akses jalan masuk dan keluar jembatan. Seluruh proses pengerjaan dilakukan dengan mengedepankan standar keamanan dan kualitas konstruksi guna memastikan jembatan memiliki daya tahan yang kuat dan dapat digunakan dalam jangka panjang.
Dalam pelaksanaannya, personel Kodim 0117/Aceh Tamiang bersama Brigif 25/Siwah menunjukkan dedikasi tinggi dan profesionalisme di setiap tahapan pekerjaan. Selain itu, semangat gotong royong juga terlihat dari partisipasi aktif masyarakat setempat yang turut membantu dalam proses pembangunan, mencerminkan kemanunggalan TNI dengan rakyat yang semakin kuat.
Komandan Kodim 0117/Aceh Tamiang, Letkol Arm Raden Subhi Fitra Jaya, dalam keterangannya menyampaikan bahwa hampir rampungnya pembangunan jembatan ini merupakan hasil kerja keras bersama antara TNI dan masyarakat.
“Pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda ini merupakan bentuk kepedulian TNI dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat. Kami berharap jembatan ini dapat segera dimanfaatkan untuk memperlancar mobilitas warga, terutama dalam mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa keberadaan jembatan ini diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru di daerah tersebut.
Sementara itu, salah seorang warga setempat, Mahdi, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas pembangunan jembatan tersebut. Ia menuturkan bahwa selama ini masyarakat harus menempuh jalur alternatif yang cukup jauh dan berisiko tinggi untuk dapat menyeberangi sungai.
“Kami sangat terbantu dengan adanya pembangunan jembatan ini. Selama ini kalau mau ke seberang harus memutar jauh, apalagi saat musim hujan sangat berbahaya. Dengan adanya jembatan ini nanti, aktivitas kami akan jauh lebih mudah dan aman,” ujarnya.
Mahdi berharap jembatan tersebut dapat segera difungsikan sehingga masyarakat dapat merasakan langsung manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. (rus)
Tidak ada komentar