x

TNI Bergerak Cepat: Danrem Lilawangsa Turunkan Pasukan Tangani Banjir Pidie Jaya, Jalur Nasional Sempat Lumpuh

waktu baca 2 menit
Kamis, 9 Apr 2026 15:12 6 redaksi

RAKYAT ACEH | PIDIE JAYA – Respons cepat ditunjukkan jajaran TNI dalam menangani bencana banjir yang melanda Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa, Brigjen TNI Ali Imran, langsung mengerahkan personel ke lokasi terdampak pada Rabu (8/4/2026) malam, menyusul meluasnya genangan di dua kecamatan.

Pasukan gabungan dari Kodim 0102/Pidie dan Yon TP 857/GS dikerahkan untuk membantu evakuasi warga, mengurai dampak banjir, serta menjaga akses vital yang sempat terganggu. Sedikitnya 13 desa di Kecamatan Meureudu dan Meurah Dua terendam, dengan ketinggian air mencapai 40 hingga 70 sentimeter.

Banjir terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut, menyebabkan debit sungai meluap dan menggenangi permukiman warga sejak sekitar pukul 20.00 WIB. Dampak signifikan juga terjadi pada jalur strategis nasional Medan–Banda Aceh yang sempat tidak dapat dilalui kendaraan kecil.

“Titik terparah berada di Desa Meunasah Krueng. Untuk sementara, kendaraan roda dua dan roda empat belum bisa melintas, meski kendaraan besar masih dapat melalui jalur tersebut,” ujar Danrem.

Di lapangan, personel TNI disiagakan untuk mengatur lalu lintas, membersihkan material banjir, serta memantau perkembangan debit air guna mengantisipasi potensi banjir susulan di tengah ancaman cuaca ekstrem.

Sementara itu, Dandim 0102/Pidie, Abdul Hadi, menegaskan pentingnya kewaspadaan masyarakat. Ia mengimbau warga untuk segera mengungsi ke lokasi yang lebih aman jika terjadi peningkatan debit air.

Meski tidak ada laporan korban jiwa, aparat gabungan TNI, Polri, dan tim SAR tetap disiagakan di sejumlah titik rawan sebagai langkah antisipatif.

Lebih lanjut, Abdul Hadi mengungkapkan bahwa salah satu penyebab utama banjir adalah pendangkalan sungai akibat sedimentasi pascabanjir bandang sebelumnya. Kondisi ini membuat Krueng Meureudu tidak lagi mampu menampung volume air dari kawasan hulu.

“Normalisasi sungai harus segera dilakukan, termasuk penutupan aliran baru dan pembersihan saluran air di kawasan permukiman,” tegasnya.

Berdasarkan data sementara, sejumlah desa terdampak di Kecamatan Meurah Dua meliputi Pante Beurne, Dayah Husen, Meunasah Mancang, Meunasah Raya, Meunasah Bie, Beuringin, dan Geunteng. Sementara di Kecamatan Meureudu, banjir merendam Desa Meunasah Lhok, Beurawang, Mayang Cut, Meunasah Krueng, Manyang Lancok, serta Masjid Tuha.

Saat ini, kondisi air dilaporkan mulai berangsur surut. Namun, aparat di lapangan masih bersiaga penuh mengantisipasi kemungkinan hujan lanjutan yang berpotensi memicu banjir susulan. (adi/ra)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x