google-site-verification=lTri5nsyVYrYR2gEBKvHFtnKrIiaqkxia1NBvPczuecKemensos Coret 11 Ribu Orang dari Bansos - Rakyataceh
x

Kemensos Coret 11 Ribu Orang dari Bansos

waktu baca 2 menit
Senin, 13 Apr 2026 19:52 2 redaksi

RAKYAT ACEH | JAKARTA – Kabar penting bagi masyarakat penerima bantuan pemerintah. Kementerian Sosial (Kemensos) bersama BPS baru saja merilis pemutakhiran Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) Volume 2 untuk penyaluran bansos Triwulan II 2026.
Langkah ini diambil untuk memastikan bantuan sosial benar-benar sampai ke tangan yang berhak. Hasilnya, ribuan nama terpaksa dihapus dari daftar, sementara puluhan ribu lainnya resmi bergabung sebagai penerima manfaat baru.

Mengapa Data Bansos Terus Berubah?
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, menjelaskan bahwa perubahan data ini adalah hal yang wajar karena kondisi ekonomi masyarakat yang dinamis.
“Ada yang sebelumnya tidak menerima, sekarang menerima. Dan ada yang selama ini menerima tetapi masuk ke inclusion error, sehingga tidak menerima lagi. Jadi memang data ini dinamis,’ ujar Gus Ipul dalam konferensi pers di kantor Kemensos, Senin (13/4).

Rincian Data: 11 Ribu KPM Dicoret dari Daftar
Berdasarkan hasil audit terbaru, tercatat ada 11.014 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang dikeluarkan dari daftar penerima. Kelompok ini masuk dalam kategori inclusion error, atau mereka yang dianggap sudah tidak memenuhi kriteria penerima bantuan.
Angka pencoretan ini mencakup sekitar 0,06% dari total seluruh penerima bansos pada Triwulan I 2026. Dengan pembersihan data ini, anggaran negara diharapkan bisa dialokasikan secara lebih efisien.

25 Ribu Nama Baru Masuk Kategori Penerima
Di sisi lain, pemutakhiran data juga membawa angin segar bagi warga yang selama ini belum tersentuh bantuan. Melalui proses ground check yang ketat, Kemensos berhasil mengklasifikasi keluarga-keluarga yang sebelumnya belum memiliki status desil..

Cara Mengajukan Sanggahan Jika Bansos Terhenti
Bagi Anda yang merasa masih layak menerima bantuan namun namanya tidak terdaftar, Gus Ipul menegaskan bahwa pemerintah sangat terbuka terhadap koreksi. Kemensos telah menyiapkan kanal resmi bagi masyarakat yang ingin memberikan laporan atau sanggahan.
“Untuk yang merasa keberatan tentu diperbolehkan, salurannya sudah kita siapkan. Dengan harapan disertai bukti sehingga bisa kami nilai untuk kelanjutannya,” tegas Gus Ipul.
Untuk memperkuat validitas, data DTSEN terbaru ini kini sudah terintegrasi langsung dengan data kependudukan dari Ditjen Dukcapil Kemendagri. Hal ini diharapkan dapat meminimalisir kesalahan input data dan memastikan bansos Triwulan II 2026 lebih akurat serta transparan. (jpg/hra)

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x