x

Enam Bulan Pascabanjir, Delapan ATM BSI di Aceh Tamiang Masih Mati

waktu baca 2 menit
Selasa, 12 Mei 2026 11:52 5 redaksi

KUALA SIMPANG | ACEH TAMIANG – Sebanyak delapan unit mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bank Syariah Indonesia (BSI) di Kabupaten Aceh Tamiang dilaporkan masih dalam kondisi mati dan tidak berfungsi hingga enam bulan pascabencana banjir yang melanda wilayah tersebut pada November 2025 lalu.

 

Branch Manager BSI Kantor Cabang (KC) Kualasimpang, M. Iqbal Pulungan, mengungkapkan hal tersebut dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi III DPRK Aceh Tamiang, Senin 11 Mei 2026. Ia mengakui kendala teknis ini berdampak pada cakupan layanan perbankan di sejumlah titik strategis.

 

“Dari 13 mesin ATM yang dikelola BSI KC Kualasimpang, empat di antaranya mati total, yakni di SPBU Alur Bemban, SPBU Bukit Tempurung, RSUD Muda Sedia, dan SPBU depan Polres Aceh Tamiang,” ujar Iqbal.

 

Secara keseluruhan, delapan titik ATM yang tidak berfungsi tersebar di SPBU Alur Bemban, SPBU Bukit Tempurung,

RSUD Muda Sedia dan depan Polres Aceh Tamiang. Kemudian di Komplek PT Pertamina Rantau, Saqina Swalayan, SPBU Tanah Terban dan di depan Batalyon Tualang Cut (Kecamatan Manyak Payed).

 

Iqbal menjelaskan bahwa pihaknya telah melaporkan kondisi tersebut ke BSI Area Lhokseumawe dan BSI Regional Aceh untuk diteruskan ke pihak vendor. Menurutnya, proses penggantian mesin sepenuhnya merupakan tanggung jawab vendor.

 

Kritik Layanan Publik

 

Ketua Komisi III DPRK Aceh Tamiang, Maulizar Zikri, mempertanyakan lambannya penanganan pihak bank. Ia menilai waktu enam bulan seharusnya sudah lebih dari cukup untuk perbaikan.

 

“Ini sudah enam bulan pascabanjir, kenapa masih banyak yang mati? Seperti di depan Batalyon 111 Manyak Payed dan lokasi lainnya,” cecar Maulizar didampingi anggota dewan lainnya.

 

Kritik lebih pedas datang dari Ketua DPC Gerindra Aceh Tamiang sekaligus eks Ketua DPRK, Suprianto. Ia menilai BSI tidak serius memberikan pelayanan kepada masyarakat di daerah.

 

“Masak satu pun ATM tidak ada yang aktif di titik-titik penting. BSI seharusnya memberikan pelayanan yang baik, jangan cuma bisanya mengumpulkan uang masyarakat saja,” tegas Suprianto.

 

Ia menyayangkan sikap BSI yang terkesan abai terhadap pemulihan ekonomi warga pascabencana. Menurutnya, masyarakat sangat dirugikan karena sulit melakukan transaksi tunai.

 

“Dimana peran BSI untuk bangkit lebih cepat pascabanjir?. Masyarakat kecewa. Berikanlah pelayanan terbaik,” pungkasnya. (ddh)

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x