x

Jemaah Haji Wafat di Tanah Suci Bertambah jadi 10 Orang

waktu baca 3 menit
Rabu, 17 Jun 2026 08:52 18 redaksi

RAKYAT ACEH | BANDA ACEH – Kabar duka kembali menyelimuti jemaah haji Aceh di Tanah Suci. Seorang jemaah asal Kota Langsa, Razali Mahmud Ben (68), yang tergabung dalam Kloter 4, meninggal dunia di Al Haram Hospital, Arab Saudi, pada Senin (15/6) waktu Arab Saudi (WAS).

Dengan wafatnya Razali, jumlah jemaah haji Aceh yang meninggal dunia selama penyelenggaraan ibadah haji 2026 bertambah menjadi 10 orang.
Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Aceh, Arijal, mengatakan almarhum direncanakan dimakamkan di Pemakaman Jannatul Baqi.
Berdasarkan laporan medis, Razali meninggal akibat Acute Coronary Syndrome dan Chronic Ischemic Heart Disease. Almarhum juga memiliki penyakit penyerta berupa gagal jantung kongestif, diabetes melitus tipe II, serta abses kelenjar ludah.

“Saat ini jumlah jemaah haji Aceh yang meninggal dunia di Arab Saudi menjadi 10 orang,” kata Arijal, Selasa (16/6).
Sebelum Razali, jemaah Aceh yang terakhir dilaporkan meninggal dunia adalah Muhammad Yusuf bin Nafi, jemaah Kloter 8 asal Kabupaten Bireuen, yang wafat di Madinah pada Minggu (14/6) pukul 15.20 WAS.
Adapun jemaah haji Aceh lainnya yang telah wafat di Tanah Suci yakni Nurdin Ali (69) dari Kloter 10 asal Kabupaten Pidie, Mahdi Muhammad Sufi (60) dari Kloter 2 asal Aceh Besar, Ibrahim bin Abdul Kadir Nuh (74) dari Kloter 10 asal Pidie.

Kemudian Sulasry Abdul Gani (74) dari Kloter 5 asal Bireuen, Aminah Ahmad (76) dan Siti Salmijah (83) dari Kloter 13 asal Pidie Jaya, serta Maimunah Yusuf Ali (72) asal Aceh Tamiang dan Nurwaida Muhammad Yusuf (76) asal Kabupaten Bireuen.

Arijal menyampaikan, jemaah haji Aceh yang meninggal di Makkah dimakamkan di sejumlah pemakaman di Arab Saudi, antara lain Pemakaman Syariah dan Saraya Suhada Al Haram, sedangkan jemaah yang wafat di Madinah dimakamkan di Pemakaman Baqi.

Selain itu, hingga saat ini masih terdapat 11 jemaah haji Aceh yang menjalani perawatan di rumah sakit di Arab Saudi dan terus mendapatkan pendampingan dari petugas haji.

Pantau Kesehatan Jemaah Hingga 14 Hari Kepulangan
Pada kesempatan tersebut Kepala Dinas Kesehatan Aceh, Ferdiyus, SKM, M.Kes, menyampaikan pihaknya akan memperketat pengawasan kesehatan terhadap jemaah haji yang kembali dari Arab Saudi.
Pemantauan dilakukan sejak kedatangan di Debarkasi Aceh hingga 14 hari setelah jemaah tiba di daerah asal masing-masing guna mengantisipasi potensi penyebaran penyakit menular.
Ferdiyus mengatakan seluruh jemaah akan berada dalam pengawasan petugas kesehatan selama dua pekan setelah kepulangan mereka ke Tanah Air.

“Tim kesehatan di kabupaten dan kota, termasuk puskesmas, akan melakukan pemantauan selama 14 hari setelah jemaah kembali ke daerah masing-masing,” kata Ferdiyus, Senin (15/6).
Menurutnya, pengawasan kesehatan dilakukan secara berjenjang, mulai dari pemeriksaan saat kedatangan di Aceh hingga pemantauan lanjutan di daerah.

Apabila ditemukan kondisi kesehatan yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, jemaah dapat segera dirujuk ke fasilitas kesehatan, termasuk RSUD dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh.
Sementara itu, Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Banda Aceh, Ali Isha Wardana, mengatakan tim kesehatan turut mewaspadai sejumlah penyakit menular dan penyakit yang bersifat endemis, seperti Covid-19 dan Hantavirus.

Sebagai langkah awal, petugas akan melakukan pemeriksaan suhu tubuh jemaah setibanya di Aceh. Pemeriksaan tersebut menjadi salah satu indikator untuk mendeteksi kemungkinan adanya gejala penyakit menular.

Apabila ditemukan gejala tertentu, petugas akan mengambil sampel untuk pemeriksaan laboratorium lebih lanjut. PPIH Debarkasi Aceh juga telah berkoordinasi dengan Balai Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Banda Aceh untuk mendukung proses deteksi dini. (sep/min)

 

 

 

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x