x

Mitra Bulog Lhokseumawe Nyaris Tembus 200 Pengusaha, Stok Beras 30 Ribu Ton Dijamin Aman

waktu baca 2 menit
Rabu, 8 Jul 2026 19:24 32 redaksi

LHOKSEUMAWE | RAKYAT ACEH – Perum Bulog Cabang Lhokseumawe mencatat lonjakan signifikan dalam pengembangan jaringan kemitraan bersama pelaku usaha. Hingga awal Juli 2026, jumlah mitra Bulog di wilayah kerja Lhokseumawe telah mendekati 200 pengusaha, menjadikannya salah satu daerah dengan pertumbuhan kemitraan tercepat di Aceh.

Kepala Perum Bulog Cabang Lhokseumawe, Muhammad Iqbal, mengatakan peningkatan jumlah mitra tersebut terjadi sangat pesat dalam sebulan terakhir. Saat ini, wilayah kerja Bulog Lhokseumawe meliputi Kota Lhokseumawe, Kabupaten Aceh Utara, dan Kabupaten Bireuen, dengan Aceh Utara menjadi kontributor terbesar dalam penyerapan beras lokal.

“Minat pelaku usaha untuk bermitra dengan Bulog terus meningkat. Dalam satu bulan terakhir terjadi lonjakan yang cukup tinggi sehingga jumlah mitra kini hampir mencapai 200 pengusaha,” ujar Muhammad Iqbal, dikonfirmasi Rakyat Aceh, Rabu (8/7).

Ia menjelaskan, Bulog terus memperkuat stabilitas pasokan pangan melalui kolaborasi dengan distributor, toko ritel, koperasi, hingga pelaku UMKM agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dengan harga yang terjangkau.

Untuk komoditas beras, Bulog Lhokseumawe saat ini menyediakan beras kemasan 5 kilogram dengan harga jual sekitar Rp65.000 per zak, sementara harga pengadaan atau pembelian berada di kisaran Rp56.500. Sementara itu, komoditas Minyakita dipasarkan dengan harga jual Rp15.700 per liter, dengan harga pembelian sekitar Rp14.500 per liter.

Di sisi lain, Bulog juga memastikan ketersediaan stok pangan tetap aman. Saat ini telah masuk tambahan pasokan 28 ton Minyakita, sementara stok beras yang tersedia mencapai sekitar 30 ribu ton, jumlah yang dipastikan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun 2026.

Menurut Muhammad Iqbal, sebagian besar stok beras tersebut berasal dari hasil panen petani lokal, terutama dari Kabupaten Aceh Utara dan Kabupaten Bireuen. Dari total stok yang tersedia, sekitar 20 ribu ton merupakan beras hasil produksi petani Aceh Utara, sehingga daerah tersebut kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu lumbung pangan utama di Provinsi Aceh.

Bulog juga terus melakukan penyerapan gabah petani dengan harga sekitar Rp6.500 per kilogram, sebagai bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas harga di tingkat petani sekaligus menjamin kesejahteraan mereka saat musim panen berlangsung.

Melalui penguatan kemitraan, peningkatan serapan gabah, serta jaminan stok pangan yang melimpah, Perum Bulog Cabang Lhokseumawe optimistis mampu menjaga stabilitas harga dan ketersediaan kebutuhan pokok di wilayah Lhokseumawe, Aceh Utara, dan Bireuen sepanjang tahun 2026.

Langkah tersebut juga menjadi bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung program pemerintah dalam menjaga inflasi dan melindungi daya beli masyarakat. (arm/ra)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x