x

Wisuda ke-37 PNL: 1.134 Lulusan Dikukuhkan, 639 Cumlaude dan Ijazah Kini Beralih ke Digital

waktu baca 5 menit
Sabtu, 31 Okt 2026 11:44 1 redaksi

RAKYAT ACEH | LHOKSEUMAWE – Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) kembali mencatat capaian penting dalam perjalanan pendidikan vokasi di Aceh. Sebanyak 1.134 lulusan dari 26 program studi resmi dikukuhkan dalam Wisuda ke-37 Tahun 2026, yang digelar selama dua hari, Sabtu–Minggu, 31 Oktober–1 November 2026, di Auditorium PNL, Buketrata, Lhokseumawe.

 

Yang menarik, 639 lulusan atau sekitar 56,35 persen dari total wisudawan berhasil meraih predikat cumlaude. Pada momentum yang sama, PNL mulai menerapkan ijazah dan transkrip akademik elektronik, menandai pergeseran layanan akademik dari dokumen konvensional menuju sistem digital.

 

Capaian tersebut tidak hanya menunjukkan tingginya prestasi akademik mahasiswa, tetapi juga memperlihatkan arah baru PNL dalam membangun pendidikan vokasi yang semakin terdigitalisasi dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan dunia kerja.

 

Sebanyak 1.134 lulusan yang diwisuda berasal dari enam jurusan, yakni Teknik Sipil, Teknik Kimia, Teknik Mesin, Teknik Elektro, Bisnis, serta Teknologi Informasi dan Komputer (TIK).

 

Para lulusan tersebut berasal dari jenjang Magister Terapan, Sarjana Terapan, dan Diploma Tiga, yang tersebar dalam 26 program studi.

 

Pada hari pertama, Sabtu (31/10/2026), sebanyak 609 lulusan mengikuti prosesi wisuda. Mereka berasal dari Jurusan Teknik Kimia, Bisnis, dan Teknik Elektro, terdiri atas lima lulusan Magister Terapan, 419 Sarjana Terapan, dan 185 Diploma Tiga.

 

Sementara pada hari kedua, Minggu (1/11/2026), giliran 525 lulusan dari Jurusan Teknik Mesin, Teknik Sipil, serta Teknologi Informasi dan Komputer mengikuti prosesi wisuda. Jumlah tersebut terdiri atas 402 lulusan Sarjana Terapan dan 123 lulusan Diploma Tiga.

 

639 Lulusan Raih Cumlaude

 

Dari keseluruhan lulusan, sebanyak 639 orang atau 56,35 persen berhasil meraih predikat cumlaude.

 

Angka tersebut menjadi salah satu sorotan dalam Wisuda ke-37 PNL karena lebih dari separuh lulusan berhasil menyelesaikan pendidikan dengan capaian akademik tertinggi tersebut.

 

Capaian itu sekaligus menjadi gambaran mengenai performa akademik mahasiswa dan upaya PNL membangun budaya mutu melalui proses pembelajaran serta pembinaan kompetensi yang berkelanjutan.

 

Namun, tantangan perguruan tinggi vokasi tidak berhenti pada pencapaian akademik.

 

Di tengah perubahan kebutuhan industri, perkembangan kecerdasan buatan, otomatisasi, dan akselerasi ekonomi digital, lulusan dituntut tidak hanya menguasai kompetensi teknis, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, berkomunikasi, berkolaborasi, beradaptasi, serta menjaga integritas.

 

Persoalan inilah yang menjadi salah satu tantangan besar pendidikan vokasi ke depan: memastikan lulusan tidak hanya siap menerima ijazah, tetapi benar-benar siap memasuki dunia profesional yang terus berubah.

 

Ijazah Elektronik Mulai Diterapkan

 

Selain capaian akademik, Wisuda ke-37 juga menandai langkah PNL dalam mempercepat transformasi digital layanan pendidikan tinggi.

 

Untuk pertama kalinya dalam momentum wisuda tahun ini, ijazah dan transkrip akademik diterapkan dalam format elektronik.

 

Digitalisasi tersebut diarahkan untuk membuat layanan administrasi akademik lebih efisien, memudahkan proses verifikasi dokumen, memperkuat keamanan serta mendukung akses lulusan terhadap dokumen akademik ketika memasuki dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan.

 

Langkah ini sekaligus menunjukkan bahwa transformasi digital di perguruan tinggi tidak lagi sebatas penggunaan teknologi dalam proses pembelajaran, tetapi mulai menyentuh aspek tata kelola dan pelayanan akademik.

 

Direktur PNL: Wisuda Bukan Akhir Perjalanan

 

Direktur PNL, Assoc. Prof. Dr. Ir. Rizal Syahyadi, S.T., M.Eng.Sc., IPM., ASEAN Eng., APEC Eng., menegaskan bahwa wisuda bukan sekadar seremoni akademik atau prosesi penyerahan ijazah.

 

Menurutnya, wisuda harus menjadi titik perubahan ketika pengetahuan dan kompetensi yang diperoleh selama berada di kampus diterjemahkan menjadi karya, pengabdian, dan solusi bagi masyarakat.

 

Pendidikan tinggi, kata Rizal, tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang menguasai teori dan keterampilan teknis. Perguruan tinggi juga memiliki tanggung jawab membentuk pribadi yang mampu menghadapi perubahan dan memberikan kontribusi nyata.

 

Karena itu, keberhasilan pendidikan vokasi tidak semata-mata dilihat dari jumlah lulusan yang dihasilkan, tetapi juga dari kualitas, integritas, kemampuan beradaptasi, serta kontribusi para alumninya setelah kembali ke tengah masyarakat.

 

Rizal mengatakan PNL terus memperkuat posisi sebagai perguruan tinggi vokasi yang berakhlak, inovatif, unggul, dan memiliki daya saing global.

 

Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri, pengembangan penelitian terapan, modernisasi infrastruktur pembelajaran, serta perluasan kerja sama nasional dan internasional.

 

PNL saat ini didukung lebih dari 90 laboratorium dan bengkel pendidikan, sementara 10 program studi telah meraih predikat Akreditasi Unggul.

 

Bagi Rizal, capaian tersebut bukan tujuan akhir, melainkan modal untuk terus meningkatkan mutu pendidikan vokasi agar semakin relevan dengan kebutuhan industri dan perkembangan zaman.

 

39 Tahun PNL, 26.433 Alumni

 

Wisuda ke-37 juga menjadi momentum refleksi perjalanan panjang PNL yang telah berdiri sejak 5 Oktober 1987.

 

Dalam perjalanan tersebut, PNL telah melahirkan 26.433 alumni yang kini berkiprah di berbagai bidang, mulai dari industri, pemerintahan, pendidikan, teknologi, kewirausahaan hingga pembangunan masyarakat.

 

Jumlah tersebut sekaligus menunjukkan besarnya ekosistem alumni yang dimiliki PNL dan potensi kontribusi pendidikan vokasi terhadap pembangunan daerah maupun nasional.

 

Di tengah perubahan teknologi yang semakin cepat, Rizal mengingatkan para lulusan agar tidak menjadikan ijazah sebagai garis akhir pendidikan.

 

Sebaliknya, ijazah harus menjadi awal untuk terus belajar, meningkatkan kompetensi, memperluas jejaring profesional, serta menghasilkan karya yang memberikan manfaat.

 

Melalui semangat “PNL Berkarya, Vokasi Berdampak”, PNL ingin memastikan pendidikan vokasi tidak berhenti di ruang kelas dan laboratorium, tetapi hadir dalam bentuk kompetensi serta solusi yang dapat dirasakan masyarakat dan dunia industri.

 

Pada akhir sambutannya, Rizal berpesan agar para lulusan menjaga integritas, terus mengembangkan kemampuan, dan membawa nama baik almamater di mana pun mereka berkarya.

 

“Hari ini Saudara boleh bangga menjadi lulusan PNL. Namun, kelak kami ingin bangsa ini bangga karena Saudara adalah alumni PNL.”

 

Pesan tersebut menjadi penutup rangkaian Wisuda ke-37 PNL sekaligus pengingat bahwa keberhasilan seorang lulusan pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh gelar yang disandang, tetapi oleh karya, integritas, dan dampak yang mampu diberikan setelah meninggalkan kampus.(arm/ard)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x