x

Belasan Rumah di Aceh Utara Ambruk Diterjang Puting Beliung

waktu baca 2 menit
Jumat, 5 Jun 2026 19:54 4 redaksi

RAKYAT ACEH | LHOKSUKON – Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Aceh Utara pada Kamis (4/6) sore meninggalkan jejak kerusakan di sejumlah wilayah.
Hujan deras yang disertai angin kencang menerjang Kecamatan Cot Girek dan Lhoksukon dalam rentang waktu yang hampir bersamaan, mengakibatkan sedikitnya 15 rumah warga mengalami kerusakan akibat terjangan angin serta pohon tumbang.

Peristiwa tersebut terjadi secara tiba-tiba. Langit yang sejak siang tampak mendung berubah menjadi ancaman nyata ketika hujan lebat turun bersamaan dengan hembusan angin berkekuatan tinggi. Dalam hitungan menit, atap rumah beterbangan, pohon-pohon tumbang, dan sejumlah bangunan mengalami kerusakan.

Di Kecamatan Cot Girek, dampak terparah tercatat pada 13 rumah warga yang tersebar di lima gampong, yakni Batu XII, U Baro, Ulee Gampong, Alue Leuhob, dan Kampung Tempel.

Kerusakan yang terjadi bervariasi, mulai dari atap rumah yang terlepas diterbangkan angin, bangunan yang tertimpa pohon, hingga satu unit rumah yang dilaporkan ambruk akibat kuatnya terpaan cuaca ekstrem.
Kapolres Aceh Utara AKBP Trie Aprianto melalui Kapolsek Cot Girek Iptu Ade Syahputra mengatakan, seluruh kerusakan terjadi saat hujan deras dan angin kencang melanda kawasan tersebut pada sore hari.
“Berdasarkan hasil pendataan di lapangan, terdapat 13 unit rumah warga yang mengalami kerusakan dengan tingkat kerusakan yang berbeda-beda. Ada yang mengalami kerusakan pada atap, tertimpa pohon, bahkan satu rumah dilaporkan ambruk,” ujar Iptu Ade Syahputra.

Meski kerusakan yang ditimbulkan cukup signifikan dan kerugian material diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.
Sementara itu, cuaca buruk juga melanda Kecamatan Lhoksukon sekitar pukul 17.00 WIB. Dua rumah warga masing-masing milik Ramlah (44), petani di Gampong Mata Ie, dan Jumadi Nurdin (54), nelayan asal Gampong Cot U Sibak, mengalami kerusakan setelah tertimpa pohon tumbang.

Suara dentuman keras saat batang pohon menghantam atap rumah membuat penghuni panik dan bergegas menyelamatkan diri. Beruntung, seluruh anggota keluarga yang berada di dalam rumah berhasil keluar tanpa mengalami luka.

Plh Kapolsek Lhoksukon AKP M. Jamil menyebutkan, kedua rumah mengalami kerusakan pada bagian atap akibat tertimpa batang dan ranting pohon yang roboh saat hujan dan angin kencang berlangsung.
Rangkaian kejadian ini menjadi pengingat bahwa cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Aceh Utara. Aparat kepolisian bersama pemerintah setempat kini terus melakukan pendataan dan pemantauan di lokasi terdampak guna memastikan proses penanganan berjalan optimal.

Di tengah upaya warga membersihkan puing-puing dan memperbaiki rumah yang rusak, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat, angin kencang, maupun pohon tumbang yang dapat terjadi sewaktu-waktu. (arm/min)

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x