x

Genjot Infrastruktur Desa, TNI di Subulussalam Pasang Gelagar Baja Jembatan

waktu baca 2 menit
Minggu, 28 Jun 2026 19:54 1 redaksi

Rakyat Aceh | Subulussalam  – Proses pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Desa Pasar Panjang, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam, kini memasuki tahapan krusial. Prajurit Kodim 0118/Subulussalam mulai memasang struktur gelagar besi sebagai rangka utama penopang jembatan untuk memastikan akses transportasi masyarakat di kawasan tersebut dapat segera terhubung kembali, Sabtu 27 Juni 2026.

Pemasangan balok baja berjenis H-Beam ini menjadi titik penentu kekuatan jembatan sebelum memasuki tahapan pengecoran lantai. Mengingat beratnya bobot material, personel TNI di lapangan harus mengoperasikan alat berat jenis ekskavator secara ekstra hati-hati guna meletakkan besi penyangga tersebut tepat di atas abutmen jembatan yang telah dibangun.
Secara teknis, presisi pemasangan rangka utama ini tidak dapat meleset demi menjamin keselamatan pengguna jalan dalam jangka panjang. Konstruksi permanen ini dirancang khusus untuk menggantikan akses penyeberangan lama yang dinilai sudah tidak layak dan membahayakan mobilitas warga desa.

Sertu Tukadi, salah satu personel Kodim 0118/Subulussalam yang terlibat langsung di lokasi proyek menyatakan bahwa seluruh tim bekerja di bawah pengawasan ketat. Ketelitian dalam mengukur keseimbangan beban jembatan menjadi prioritas utama agar fasilitas publik ini memiliki daya tahan maksimal terhadap arus sungai di bawahnya.
Pemasangan gelagar H-Beam merupakan tahapan yang sangat menentukan kekuatan jembatan. Kami bekerja dengan penuh semangat dan mengutamakan ketelitian agar konstruksi ini benar-benar kuat serta dapat segera dimanfaatkan masyarakat. Harapan kami, Jembatan Perintis Garuda nantinya mampu memperlancar aktivitas warga, khususnya akses transportasi dan perekonomian masyarakat Desa Pasar Panjang, ujar Sertu Tukadi di lokasi pembangunan.

Keberadaan Jembatan Perintis Garuda ini diproyeksikan menjadi urat nadi baru yang akan memangkas waktu pengiriman hasil pertanian warga menuju pusat kota. Selama ini, minimnya infrastruktur penyeberangan yang mumpuni sering menjadi batu sandungan bagi pertumbuhan ekonomi di wilayah pelosok Simpang Kiri.
Melalui program karya bakti ini, Kodim 0118/Subulussalam berupaya menunjukkan peran aktif komando kewilayahan dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur daerah tertinggal. Rampungnya jembatan ini nantinya diharapkan tidak hanya membuka isolasi geografis, tetapi juga menghidupkan kembali produktivitas kawasan perdesaan secara berkelanjutan. (rri/ra)

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x