x

Hari Keenam Wafatnya Bunda Dayah, Alumni Darul Ulum Al-Munawwarah Bersatu Padati Takziah di Kediaman Abati

waktu baca 2 menit
Senin, 1 Jun 2026 18:09 54 redaksi

RAKYAT ACEH | LHOKSEUMAWE- Suasana haru dan penuh kekhidmatan menyelimuti kediaman Tgk. H. Abubakar Ismail (Abati), Pimpinan Dayah Darul Ulum Al-Munawwarah Gampong Lhok Mon Puteh–Blang Poroh, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Senin (1/6) siang.

 

Memasuki hari keenam wafatnya Hj. Zuraini Binti Abdullah, sosok yang selama ini dikenal sebagai “Bunda Dayah” dan ibu rohani bagi keluarga besar Dayah Darul Ulum Al-Munawwarah, para alumni yang tergabung dalam Ikatan Alumni Dayah Darul Ulum Al-Munawwarah (IKADU) hadir untuk mengikuti tahlilan dan doa bersama.

 

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 14.40 hingga 15.15 WIB tersebut diawali dengan pembacaan tahlil yang dipimpin oleh Abi Cut, dilanjutkan doa bersama yang dipimpin oleh Tgk. Chairul Rajuli Isafuddin. Momen penuh makna itu juga diisi dengan penyampaian ungkapan belasungkawa dan tausiah singkat oleh Abi Wan sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada almarhumah.

 

Ketua IKADU Al-Munawwarah, Abi Wan, mengatakan kehadiran para alumni merupakan wujud cinta, penghormatan, dan rasa kehilangan mendalam atas berpulangnya sosok perempuan yang selama ini setia mendampingi perjuangan pendidikan, dakwah, dan pembinaan santri di Dayah Darul Ulum Al-Munawwarah.

 

“Hari ini kami datang bukan hanya untuk bertakziah, tetapi juga untuk mengirimkan doa terbaik bagi almarhumah yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan dan perkembangan dayah. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah beliau, mengampuni segala khilaf, serta menempatkannya di surga terbaik di sisi-Nya,” ujar Abi Wan.

 

Bagi para alumni, almarhumah bukan sekadar istri pimpinan dayah, melainkan sosok ibu yang penuh kasih sayang, perhatian, dan pengabdian kepada para santri. Kehadirannya selama puluhan tahun telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan Dayah Darul Ulum Al-Munawwarah dalam mencetak generasi berilmu dan berakhlak.

 

Usai tahlilan dan doa bersama, kegiatan dilanjutkan dengan makan bersama dalam suasana kekeluargaan serta sesi foto bersama dengan Abati sebagai bentuk penghormatan dan kenangan terhadap sosok almarhumah yang telah meninggalkan jejak kebaikan bagi banyak orang.

 

Keluarga besar IKADU Al-Munawwarah turut mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kekuatan, dan kesabaran dalam menghadapi musibah ini.

 

“Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Semoga almarhumah Husnul Khatimah, dilapangkan kuburnya, diterima segala amal kebaikannya, serta keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan rahmat dan perlindungan Allah SWT.” (arm/ra)

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x