x

Simeulue Uji Coba Budidaya Rumput Laut Merah

waktu baca 2 menit
Rabu, 6 Mei 2026 19:32 4 redaksi

RAKYAT ACEH | SIMEULUE  – Geografi pulau Simeulue yang dikelilingi lautan, pihak Pemerintah Daerah setempat mulai melakukan upaya uji coba pengembangan budidaya jenis rumput laut merah (Rhodophyta).

Upaya Pemda Simeulue, melakukan uji coba pengembangan budidaya rumput laut merah itu, dengan lokasi di kawasan perairan laut teluk Labuhan Bajau, Kecamatan Teupah Selatan.

Pihak Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Simeulue, mendatangkan bibit rumput laut merah itu, dari Provinsi Lampung sebanyak 50 kilogram dan diperkirakan dengan masa pertumbuhan mencapai 55 hari.

Terkait ujicoba pengembangan budidaya rumput laut merah itu, dijelaskan, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Simeulue, Supriman Juliansyah, kepada Harian Rakyat Aceh, Rabu, 6 Mei 2026.

“Uji coba pengembangan dan budidaya rumput laut merah di daerah kita ini, merupakan intruksi langsung dari pak Bupati Simeulue,. Kemarin hari Selasa tanggal 5 Mei 2026, perdana kita ujicoba budidaya rumput laut merah,” kata Supriman Juliansyah.

Lebih lanjut sebut Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Simeulue, dalam ujicoba tersebut dilakukan secara mandiri oleh pihak DKP, Penyuluh dan sejumlah warga binaan dengan menggunakan hanya dua rakit berdiameter lebar 5 meter dan panjang 5 meter.

Supriman Juliansyah kembali menambahkan, nantinya dari hasil budidaya rumput laut secara mandiri itu dan cocok dengan perairan laut pulau Simeulue, maka kedepannya akan menjadi cikal bakal bibit untuk program pengembangan budidaya rumput laut merah secara besar-besaran di wilayah kepulauan.

“Nanti dari ujicoba ini, akan dilakukan evaluasi dan bila berhasil maka akan dijadikan bibit serta menjadi cikal bakal program pengembangan rumput laut merah secara besar-besaran di wilayah kepulauan kita, untuk program ekonomi biru,” imbuh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Simeulue.

Supriman Juliansyah juga tidak menapik, bahwa pada tahun 2015 lalu, Pemerintah Kabupaten Simeulue, perna gagal untuk program budidaya rumput laut, yamg dilakukan secara kelompok bukan secara mandiri, dilokasi yang sama.

Diketahui jenis rumput laut merah (Rhodophyta), merupakan salah satu bahan baku utama untuk produk agar-agar serta memiliki nilai ekonomis tinggi, dengan pangsa pasar dalam negeri dan luar negeri terutama negara Jepang.

“Memang pada tahun 2015 lalu, perna ada program budidaya rumput laut tapi gagal, karena dilakukan dalam jumlah besar dan secara berkelompok, bukan secara mandiri. Rumput laut ini sebenarnya bernilai ekonomis tinggi, dengan pangsa pasar dalam negeri dan luar negeri khsusus negara Jepang,” tutup Supriman Juliansyah. (Ahi).

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x