x

275 Warga Mengungsi,Wali Kota Janji Perjuangkan Hunian Baru ke Pusat

waktu baca 3 menit
Rabu, 6 Mei 2026 17:12 1 redaksi

LHOKSEUMAWE | RAKYAT ACEH – Kebakaran hebat yang melanda kawasan padat penduduk di Gang Perdede, Dusun Murthadahuddin, Gampong Jawa Lama, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, menyebabkan 84 unit rumah hangus terbakar(data terbaru.red). Sebanyak 85 kepala keluarga atau 275 jiwa terdampak dan kini mengungsi di sejumlah titik darurat.

Para korban saat ini tersebar di tiga lokasi pengungsian, yakni kamp Pantai Jagu, Gereja HKBP, dan Gereja Katolik Stasi Santo Mikael Lhokseumawe. Pemerintah Kota Lhokseumawe bergerak cepat dengan menyalurkan bantuan masa panik sekaligus memastikan penanganan darurat berjalan optimal.

Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar, SH.,MH, turun langsung ke lokasi pengungsian dan berdialog dengan para korban, pada Rabu (6/5).

Dalam kunjungannya, Sayuti menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memperjuangkan pembangunan kembali rumah warga terbakar ke pemerintah pusat.

“Sore ini saya dijadwalkan rapat dengan Kementerian Dalam Negeri. Kami akan perjuangkan agar rumah warga bisa dibangun kembali. Insya Allah, kami ingin memastikan kehidupan masyarakat bisa pulih seperti semula,” ujar Sayuti.

Ia juga menegaskan kehadiran pemerintah sebagai bentuk tanggung jawab terhadap warga yang terdampak bencana. Warga diminta menyampaikan keluhan melalui aparatur gampong agar dapat segera ditindaklanjuti.

Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota didampingi sejumlah pejabat, di antaranya Plt Kalak BPBD Said Bachtiar, Plt Kadis Sosial Nurlina, Camat Banda Sakti Mirdha Ihsan yang juga Plt Asisten I Setdako Lhokseumawe serta unsur TNI/Polri.

Pemerintah memastikan ketersediaan logistik darurat seperti tenda dan peralatan pendukung masih mencukupi. Selain itu, BPBD juga menyiagakan personel di lokasi untuk membantu pembersihan puing-puing dan pendataan kerugian.

Salah satu korban, Simajuntak, mengaku kehilangan seluruh harta benda akibat kebakaran tersebut. Ia berharap pemerintah segera merealisasikan pembangunan kembali rumah serta mempermudah pengurusan dokumen kependudukan yang ikut hangus terbakar.

“Kami sudah tidak punya apa-apa lagi. Kami sangat berharap rumah bisa dibangun kembali dan pengurusan KTP dipermudah,” ungkapnya.

Sementara itu, Keuchik Kampung Jawa Lama, Samsul Bahri, menyoroti kendala armada pemadam kebakaran saat kejadian. Ia mengusulkan penyediaan armada damkar berukuran kecil agar dapat menjangkau gang sempit di kawasan padat penduduk.

“Mobil damkar besar tidak bisa masuk ke lokasi. Ke depan, kami sangat membutuhkan damkar mini,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Banda Sakti, Mirdha Ihsan, memastikan pihaknya akan memfasilitasi pengurusan dokumen kependudukan warga terdampak melalui koordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

Ia juga mengungkapkan rencana pemindahan lokasi pengungsian lebih dekat ke area terdampak, sesuai permintaan warga, agar mereka dapat menjaga sisa aset dan membersihkan puing-puing rumah.

Di sisi lain, Plt Kalak BPBD Lhokseumawe, Said Bachtiar, menyatakan seluruh personel telah disiagakan di lokasi untuk membantu warga serta melakukan pendataan kerugian secara menyeluruh.

Peristiwa kebakaran yang terjadi pada Selasa (5/5) sekitar pukul 12.30 WIB itu juga mengakibatkan empat orang mengalami luka-luka, dengan satu korban dilaporkan mengalami luka berat dan masih menjalani perawatan intensif.(arm/ra)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x