x

Kebakaran Besar Hanguskan Permukiman Padat di Lhokseumawe “Puluhan Rumah Ludes, Ratusan Warga Mengungsi”

waktu baca 3 menit
Selasa, 5 Mei 2026 19:22 1 redaksi

LHOKSEUMAWE | RAKYAT ACEH – Kebakaran hebat melanda kawasan permukiman padat di Komplek Pardede, Kampung Jawa Lama, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Selasa (5/5) sekitar pukul 12.00 WIB. Kobaran api dengan cepat membesar dan melalap puluhan rumah warga yang sebagian besar berbahan papan dan semi permanen, diperparah oleh hembusan angin kencang di kawasan pesisir.

Api pertama kali dilaporkan muncul dari salah satu rumah warga dan dalam waktu singkat menjalar ke bangunan lain yang berdempetan tanpa sekat yang memadai. Kepadatan permukiman serta material bangunan yang mudah terbakar membuat api sulit dikendalikan pada fase awal kejadian.

Hingga pukul 15.30 WIB, petugas gabungan masih berjibaku melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala. Kepulan asap tebal masih terlihat dari puing-puing bangunan yang hangus, sementara sebagian warga tampak bertahan di sekitar lokasi untuk menyelamatkan barang-barang yang tersisa.

Proses pemadaman melibatkan berbagai unsur, mulai dari tim pemadam kebakaran Pemerintah Kota Lhokseumawe, dukungan armada industri dari PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) dan PT Perta Arun Gas (PAG), hingga relawan Palang Merah Indonesia (PMI) dan Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI). Aparat kepolisian dan personel Brimob juga turut dikerahkan untuk membantu pengamanan serta distribusi air.

Di tengah keterbatasan sarana, warga sekitar turut ambil bagian dalam upaya pemadaman dengan peralatan seadanya. Ember, timba, hingga pompa air laut digunakan secara gotong royong, mengingat lokasi kebakaran yang berada di kawasan pesisir memudahkan akses sumber air alternatif.

Sekretaris Daerah Kota Lhokseumawe, A. Haris, yang turun langsung ke lokasi menyampaikan bahwa pemerintah masih melakukan pendataan menyeluruh terhadap dampak kebakaran. Berdasarkan estimasi sementara, sebanyak 25 hingga 35 unit rumah dilaporkan hangus terbakar, dengan jumlah warga terdampak mencapai sekitar 200 jiwa.

“Pendataan masih berlangsung karena kondisi di lapangan cukup dinamis. Namun, estimasi awal menunjukkan puluhan rumah terdampak dan ratusan warga harus mengungsi,” ujar A. Haris.

Ia menegaskan, Pemerintah Kota Lhokseumawe segera mengaktifkan skema tanggap darurat, termasuk pendirian tenda pengungsian, dapur umum, serta penyaluran bantuan masa panik berupa kebutuhan pangan, air bersih, pakaian, dan perlengkapan dasar lainnya.

Selain itu, pemerintah juga akan melakukan asesmen lanjutan untuk menentukan langkah rehabilitasi dan rekonstruksi bagi warga terdampak.

Sementara itu, Kapolres Lhokseumawe, AKBP Dr. Ahzan, menyebutkan, bahwa pihak kepolisian turut mengerahkan satu unit water cannon serta mobil tangki air untuk memperkuat suplai air di lokasi. Dukungan serupa juga diberikan oleh satuan Brimob.

Menurutnya, tantangan utama dalam proses pemadaman adalah akses jalan menuju lokasi yang sempit serta kondisi permukiman yang padat, sehingga armada pemadam tidak dapat menjangkau langsung titik pusat api.

“Petugas harus menyambung selang dalam jarak cukup jauh. Hal ini berdampak pada tekanan air yang tidak maksimal saat proses pemadaman berlangsung,” jelasnya.

Berdasarkan informasi awal, kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik. Namun, penyebab pasti masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian.

Hingga berita ini diturunkan, tidak ada laporan korban jiwa. Meski demikian, sejumlah warga dilaporkan mengalami luka ringan hingga sedang, serta mengalami trauma akibat kejadian tersebut. Petugas masih melakukan pendataan korban serta memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan penanganan yang diperlukan.

Peristiwa ini kembali menyoroti kerentanan kawasan permukiman padat di wilayah pesisir terhadap risiko kebakaran, terutama yang dipicu oleh instalasi listrik yang tidak standar serta minimnya akses infrastruktur pemadam kebakaran.(arm/ra)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x