x

40 Persen Calon Jemaah Haji Aceh Lansia, Prioritas Garbarata dan Jalur VIP saat Keberangkatan

waktu baca 2 menit
Senin, 4 Mei 2026 20:10 3 redaksi

Rakyat Aceh | Banda Aceh – Sekitar 40 persen calon jemaah haji (CJH) asal Aceh tahun 2026 tercatat merupakan lanjut usia (lansia). Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah dalam menyiapkan pelayanan yang lebih ramah dan prioritas, khususnya saat proses keberangkatan.

Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Banda Aceh yang juga Plt. Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Aceh, Drs. H. Arijal, M.Si, mengatakan secara umum komposisi jemaah lansia mencapai sekitar 40 persen dari total CJH tahun ini yaitu 5.426 jemaah.

“Secara umum sekitar 40 persen jemaah kita adalah lansia. Namun, nanti akan kita lihat lebih rinci per kloter karena rentang usia berbeda-beda. Setiap pelepasan kloter akan kita sampaikan mana kloter termuda dan tertua,” ujar Arijal dalam konferensi pers yang digelar di Media Center Embarkasi Banda Aceh 1447 H/2026 M, Senin (4/5).

Untuk calon jemaah haji tertua asal Aceh tahun ini berusia 101 tahun, yakni Ramlah, warga Gampong Blang, Kota Langsa, yang tergabung dalam Kloter 4.
Arijal menyebutkan, tingginya jumlah jemaah lansia dan risiko tinggi (risti) mendorong pemerintah menghadirkan sejumlah inovasi pelayanan. Salah satu yang menonjol tahun ini adalah penggunaan garbarata dan jalur VIP di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) untuk proses keberangkatan jemaah.

Fasilitas VIP yang biasanya diperuntukkan bagi tamu negara, kini diprioritaskan bagi jemaah haji sebagai bentuk peningkatan pelayanan.
“Dengan dukungan pemerintah daerah, jemaah haji kita nantinya akan naik ke pesawat melalui garbarata. Selain itu, kita juga diizinkan menggunakan gedung VIP di bandara. Ini tentu sangat membantu kenyamanan jemaah, khususnya lansia,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Koordinator PPIH Embarkasi Banda Aceh yang juga Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah atau Dek Fadh, menegaskan bahwa pelayanan jemaah haji menjadi prioritas utama pemerintah saat ini.
Ia menyebutkan, seluruh proses keberangkatan telah disederhanakan sehingga jemaah tidak lagi direpotkan dengan pengurusan barang bawaan di bandara.
“Jemaah kita dari asrama haji sudah dipersiapkan semuanya. Koper tidak lagi dibawa oleh jemaah ke bandara, semua sudah ditangani. Setibanya di bandara, jemaah langsung masuk ke ruang VIP, kemudian menuju pesawat melalui garbarata dengan aman dan nyaman,” ujarnya.

Menurutnya, penggunaan jalur VIP ini merupakan pertama kalinya dilakukan untuk seluruh jemaah haji Aceh.
“Gedung VIP yang biasanya digunakan untuk tamu-tamu negara, kini kita prioritaskan untuk tamu-tamu Allah. Ini bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah haji,” kata Dek Fadh.

Ia menambahkan, kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah Aceh dalam meningkatkan kualitas layanan ibadah haji, terutama bagi jemaah lansia yang membutuhkan perhatian lebih selama proses keberangkatan menuju Tanah Suci. (Sep)

 

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x