x

Mustafa Gaseu Pimpinan DPD Partai Golkar Aceh Barat Periode 2025 – 2030

waktu baca 2 menit
Sabtu, 17 Okt 2026 21:22 2 redaksi

RAKYAT ACEH I MEULABOH – Mustafa Gaseu resmi pimpin DPD Partai Golkar Aceh Barat periode 2025 – 2030. Usai terpilih secara aklamasi melalui Musyawarah Daerah (Musda) yang berlangsung di Meulaboh,

Sabtu (17/10/2026).

 

Sebelumnya, Mustafa Gaseu menjabat posisi Sekretaris Partai Golongan Karya (Golkar) Aceh Barat, sekaligus juga Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat. Ia terpilih, usai tidak ada kandidat lain yang maju dalam Musda tersebut.

 

Keputusan ditentukan Mustafa Gaseu sebagai pimpinan diperoleh secara aklamasi. Keputusan bulat ini malah menjadi momentum bagi kader Golkar Aceh Barat merapatkan barisan secara solid untuk memperkuat persatuan internal dan membangun konsolidasi partai dalam menghadapi agenda politik ke depan.

 

Ketua DPD Partai Golkar Aceh Barat, Mustafa Gaseu, menuturkan, menjadi ketua bukan hanya bicara pergantian posisi, tetapi juga menjadi titik awal untuk membawa Golkar Aceh Barat bergerak ke arah yang lebih baik. Soliditas kader, keterbukaan komunikasi, serta kesamaan visi menjadi modal utama dalam membesarkan partai serta memperkuat kepercayaan masyarakat.

 

“Dalam dinamika politik, perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar. Namun, perbedaan semestinya menjadi ruang untuk bertukar gagasan dan memperkuat organisasi, bukan menjadi alasan untuk saling menjatuhkan. Politik yang sehat dibangun melalui kompetisi yang terbuka, komunikasi yang jujur, serta penghormatan terhadap proses dan keputusan bersama,” kata Mustafa Gaseu.

 

Dikatakan Mustafa, langkah awal pergerakannya sebagai Ketum Golkar tingkat DPD II ini akan membangun konsolidasi yang merangkul seluruh elemen partai, baik kader senior maupun generasi muda, tanpa menyisakan sekat akibat perbedaan pilihan. Persatuan tidak cukup hanya ditunjukkan dalam forum Musda, tetapi harus diwujudkan dalam kerja nyata, loyalitas terhadap keputusan organisasi, dan komitmen bersama membesarkan partai.

 

“Golkar Aceh Barat telah meninggalkan pola-pola politik yang mengedepankan manuver tersembunyi, saling menikung, atau melemahkan sesama kader demi kepentingan kelompok. Sebaliknya, seluruh kader perlu mengedepankan politik yang bermartabat, mengutamakan adu gagasan, menjaga kepercayaan, dan menempatkan kepentingan organisasi di atas ambisi pribadi,” sebutnya.

 

Bagi Mustafa, memperkuat struktur hingga ke tingkat akar rumput, meningkatkan kedekatan dengan masyarakat, serta menghadirkan kerja politik yang lebih responsif terhadap kebutuhan rakyat, merupakan langkah penting. Lanjutnya kekuatan partai bukan hanya diukur dari siapa yang menduduki kursi ketua.

 

“Melainkan dari kemampuan seluruh kader untuk berjalan bersama, menjaga soliditas, dan membuktikan bahwa politik dapat dijalankan secara sehat tanpa harus saling menjatuhkan,” tutupnya.(den)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x