x

Wagub Dek Fadh Hadiri Peusijeuk 3 Pejabat Nasional Asal Aceh

waktu baca 2 menit
Senin, 12 Okt 2026 11:20 0 redaksi

Wakil Gubernur Aceh, H. Fadhlullah
“Di mana pun kita berada, kita tetap bersaudara dan memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga nama baik serta berkontribusi bagi kemajuan Aceh,”

Rakyat Aceh | jakarta – Wakil Gubernur Aceh, H. Fadhlullah, SE, (Dek Fadh) menghadiri acara peusijuek (tepung tawar) dan tasyakuran bagi tiga putra asal Aceh yang mendapat amanah di tingkat nasional. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA), Jakarta, Ahad (11/10).

Acara tersebut diselenggarakan sebagai bentuk rasa syukur sekaligus doa bersama bagi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Sugiono, B.Sc., MBA, MM; Anggota Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI), Dr. Tgk. H. Khaidir Abdurrahman, SIP, M.AP., CRGP; serta Wakil Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Fadli Tri Hartono, S.Si., MPA
Dari ketiga pejabat tersebut, Khaidir Abdurrahman hadir secara langsung dalam kegiatan itu. Sementara itu, Sugiono dan Fadli Tri Hartono berhalangan hadir karena agenda lainnya. Keduanya menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas terselenggaranya peusijuek dan tasyakuran tersebut.

Kegiatan ini juga turut menghadirkan sejumlah tokoh masyarakat Aceh yang telah menetap di Jakarta. Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, menjaga persaudaraan, serta memperkuat kebersamaan masyarakat Aceh di perantauan.

Peusijuek merupakan tradisi adat Aceh yang mengandung makna doa, rasa syukur, dan harapan akan keselamatan serta keberkahan. Melalui kegiatan ini, masyarakat Aceh turut mendoakan agar para putra daerah yang mendapat kepercayaan mengemban amanah di tingkat nasional senantiasa diberikan kesehatan, kelancaran, dan kesuksesan dalam menjalankan tugas serta pengabdian kepada bangsa dan negara.

Wakil Gubernur Aceh, H. Fadhlullah, berharap masyarakat Aceh di Jakarta senantiasa menjaga kekompakan dan mempererat tali silaturahmi, meskipun berada jauh dari kampung halaman.

“Semoga masyarakat Aceh di Jakarta tetap kompak, saling mendukung, dan terus menjaga silaturahmi. Di mana pun kita berada, kita tetap bersaudara dan memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga nama baik serta berkontribusi bagi kemajuan Aceh,” demikian harapan dalam semangat kebersamaan masyarakat Aceh di perantauan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan hubungan kekeluargaan antara para tokoh, pejabat, dan masyarakat Aceh di Jakarta semakin erat.

Kebersamaan tersebut diharapkan menjadi kekuatan untuk menjaga persatuan serta mendorong kontribusi nyata bagi kemajuan Aceh dan Indonesia. (ril/hra)

 

 

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x