Ketua PPP Kabupaten Bireuen, Edi Saputra, menerima Pataka dalam prosesi pelantikan DPW PPP Aceh dan DPC PPP se-Aceh, di Ballroom Anggun, Muraya Hotel Aceh, Banda Aceh, Sabtu malam (19/9).
AKHYAR RIZKI RAKYAT ACEHRakyat Aceh | Bireuen – Amanah untuk memperkuat gerakan dan konsolidasi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di seluruh Aceh resmi dikibarkan. Hal itu ditandai dengan penyerahan pataka kebesaran PPP kepada Ketua DPC PPP Bireuen, Edi Saputra, atau Edi Obama, dalam prosesi pelantikan DPW PPP Aceh dan DPC PPP se-Aceh masa bakti 2026–2031.
Pelantikan berlangsung di Ballroom Anggun, Muraya Hotel Aceh, Banda Aceh, Sabtu malam (19/9), dan dipimpin langsung Ketua Umum DPP PPP, H Muhamad Mardiono.
Dalam sambutannya, Muhamad Mardiono menekankan pentingnya soliditas organisasi, pengorbanan, komunikasi dengan masyarakat serta kerja nyata seluruh kader untuk membesarkan PPP.
Momen penyerahan pataka menjadi salah satu bagian penting dalam prosesi tersebut. Ketua DPW PPP Aceh, Dr H Amiruddin Idris, menyerahkan pataka kebesaran PPP kepada Edi Obama yang didampingi Sekretaris DPC PPP Bireuen, Muhammad Reza.
Penyerahan tersebut menjadi simbol kepercayaan sekaligus amanah kepada jajaran partai di daerah untuk terus menggerakkan mesin organisasi hingga ke pelosok Aceh.
Amiruddin Idris memberikan pesan tegas kepada para kader agar tidak berhenti pada seremoni pelantikan, tetapi langsung turun dan membangun kekuatan organisasi di tengah masyarakat.
“Terus bergerak ke daerah-daerah, ke pelosok-pelosok. Pataka yang barusan kita kibarkan tadi kita serahkan kepada kader-kader kita. Hijaukan seluruh Aceh,” tegas Amiruddin.
Menerima pataka tersebut, Edi Obama mengatakan amanah itu tidak sekadar simbol kebesaran partai, tetapi merupakan tanggung jawab yang harus dijaga melalui kerja nyata bersama seluruh kader.
“Pataka ini adalah simbol kepercayaan, kehormatan dan tanggung jawab perjuangan. Kami siap menjaga amanah ini dan mengibarkan panji PPP bersama seluruh kader di seluruh pelosok Aceh,” ujar Edi Obama.
Menurutnya, kepemimpinan baru PPP Aceh harus diikuti dengan penguatan struktur hingga ke tingkat bawah. Konsolidasi organisasi, komunikasi dengan masyarakat serta kehadiran kader di tengah persoalan masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam menjalankan amanah tersebut.
Senada, Sekretaris DPC PPP Bireuen, Muhammad Reza, menegaskan bahwa momentum pelantikan harus menjadi titik awal untuk menyatukan langkah seluruh jajaran.
“Ini momentum untuk menyatukan langkah. Perjuangan besar membutuhkan soliditas seluruh kader dan struktur untuk bergerak bersama,” katanya.
Pelantikan DPW dan DPC PPP se-Aceh masa bakti 2026–2031 tersebut sekaligus menandai dimulainya periode baru konsolidasi organisasi PPP di Aceh.
Di tingkat pusat, kepemimpinan H Muhamad Mardiono menjadi bagian dari arah konsolidasi PPP secara nasional. Sementara di Aceh, Dr. H. Amiruddin Idris bersama jajaran DPW akan mengoordinasikan penguatan struktur partai di 23 kabupaten/kota.
Di tingkat daerah, Edi Obama dan Muhammad Reza bersama jajaran DPC PPP Bireuen membawa amanah tersebut untuk memperkuat organisasi dan menggerakkan kader hingga ke tingkat masyarakat.
Pesan “Hijaukan seluruh Aceh” yang disampaikan Ketua DPW PPP Aceh menjadi penanda bahwa setelah pelantikan, pekerjaan organisasi justru dimulai. Pataka yang diserahkan bukan hanya untuk dikibarkan, tetapi menjadi simbol tanggung jawab untuk menjaga marwah partai dan memperluas kehadiran PPP di tengah masyarakat. (akh)
Tidak ada komentar