x

RSU Kasih Ibu Tak Lagi Layani Pasien BPJS, Masyarakat Desak Kerja Sama Segera Diaktifkan

waktu baca 3 menit
Jumat, 4 Sep 2026 20:51 8 redaksi

RAKYAT ACEH | LHOKSEUMAWE – Vakumnya layanan peserta BPJS Kesehatan di Rumah Sakit Umum (RSU) Kasih Ibu Lhokseumawe sejak Januari 2026 hingga sekarang memicu harapan besar masyarakat agar kerja sama dengan BPJS Kesehatan segera diaktifkan kembali. Di tengah meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan di Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara, keberadaan RSU Kasih Ibu dinilai dapat menjadi solusi untuk mengurai kepadatan pasien di sejumlah rumah sakit rujukan.

 

Aspirasi tersebut menguat seiring berbagai pembenahan yang diklaim telah dilakukan pihak rumah sakit. Di bawah manajemen baru, RSU Kasih Ibu disebut telah melengkapi fasilitas pelayanan, menghadirkan peralatan medis yang lebih modern, serta memenuhi berbagai persyaratan teknis yang sebelumnya menjadi perhatian dalam proses kerja sama dengan BPJS Kesehatan.

 

Masyarakat menilai, kembalinya RSU Kasih Ibu sebagai mitra Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) akan memperluas akses layanan sekaligus memberikan pilihan lebih banyak bagi peserta BPJS di wilayah Lhokseumawe dan Aceh Utara.

 

“Kami berharap BPJS bisa kembali bekerja sama dengan RSU Kasih Ibu. Kalau pilihan rumah sakit bertambah, masyarakat tidak harus menunggu lama atau berpindah-pindah mencari ruang perawatan,” ujar Ardi (45), warga Lhokseumawe, kepada Rakyat Aceh Jumat (4/9).

 

Dianggap Mampu Kurangi Beban Rumah Sakit Lain

 

Harapan tersebut bukan tanpa alasan. Tingginya jumlah pasien yang datang setiap hari membuat sejumlah rumah sakit di kawasan Lhokseumawe dan Aceh Utara kerap menghadapi kepadatan, baik pada layanan rawat jalan maupun rawat inap.

 

Beberapa fasilitas kesehatan seperti RSUD Cut Meutia Aceh Utara, Rumah Sakit Kesrem Lhokseumawe, Rumah Sakit PMI Aceh Utara, RSU Sakinah, hingga RSU Bunga Melati, disebut masyarakat sering menerima lonjakan pasien.

 

Dengan kapasitas 136 tempat tidur, RSU Kasih Ibu Lhokseumawe dinilai memiliki potensi menjadi salah satu penyangga pelayanan kesehatan apabila kembali menerima peserta BPJS Kesehatan.

 

Senada dengan itu, Irwan (50), warga Lhoksukon, Aceh Utara, berharap proses kerja sama dapat segera terwujud apabila seluruh persyaratan administrasi dan teknis telah terpenuhi.

 

“Kalau rumah sakit ini kembali menerima BPJS, tentu pelayanan akan lebih cepat, nyaman, dan masyarakat punya lebih banyak pilihan,” kata Irwan kepada Rakyat Aceh, yang keluarganya di rawat di RS Kesrem Lhokseumawe.

 

Desakan Buka Kembali Ruang Dialog

 

Ketua Komunitas Komunikasi Informasi Rakyat (K2IR) Aceh, Tgk Jamin, mendesak BPJS Kesehatan Cabang Lhokseumawe bersama manajemen RSU Kasih Ibu dapat membuka kembali ruang komunikasi untuk mengevaluasi peluang kerja sama.

 

Menurutnya, pembahasan tersebut perlu dilakukan secara terbuka dengan mengedepankan kepentingan masyarakat sebagai pengguna layanan kesehatan.

 

“Yang terpenting adalah bagaimana masyarakat kembali mendapatkan akses pelayanan BPJS di RSU Kasih Ibu jika seluruh persyaratan memang sudah terpenuhi,” ujarnya.

 

RSU Kasih Ibu: Persyaratan Sudah Dipenuhi

 

Sementara itu, Humas RSU Kasih Ibu Lhokseumawe, Nurdin, membenarkan layanan peserta BPJS Kesehatan di rumah sakitnya terhenti sejak Januari 2026 hingga sekarang.

 

Meski demikian, rumah sakit tetap memberikan pelayanan kepada pasien darurat melalui layanan yang tersedia di luar skema BPJS.

 

Ia berharap kerja sama dengan BPJS Kesehatan dapat kembali terjalin pada tahun 2027 agar masyarakat kembali memperoleh layanan JKN di RSU Kasih Ibu.

 

Nurdin juga menyebut pihak rumah sakit telah memenuhi berbagai pembenahan yang sebelumnya menjadi perhatian, termasuk penyempurnaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) serta pemenuhan berbagai standar teknis lainnya.

 

“Alhamdulillah, kita sudah penuhi sesuai instruksi dari BPJS kesehatan Lhokseumawe,”ucapnya.

 

Namun, di tengah meningkatnya kebutuhan pelayanan kesehatan di wilayah Lhokseumawe dan Aceh Utara, masyarakat kini menaruh harapan agar proses komunikasi antara BPJS Kesehatan dan RSU Kasih Ibu dapat segera menemukan titik temu, sehingga pilihan layanan kesehatan bagi peserta JKN semakin luas dan beban rumah sakit lain dapat lebih merata.(arm/ra)

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x