Tim Gabungan Lanjutkan Penanganan Karhutla di BakonganRAKYAT ACEH | TAPAKTUAN– Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Ujung Mangki, Kecamatan Bakongan, Kabupaten Aceh Selatan, terus dilanjutkan personel TNI bersama tim gabungan, Kamis (3/9).
Kebakaran yang telah berlangsung selama sepekan tersebut membakar sekitar 12 hektare lahan. Hingga hari ketujuh penanganan, sekitar 25 persen area yang terbakar telah berhasil ditangani.
Namun, kondisi lahan yang sebagian merupakan kawasan gambut membuat proses pemadaman membutuhkan penanganan ekstra. Meski api di sejumlah titik telah berhasil dipadamkan, kepulan asap masih terlihat dari beberapa bagian lahan yang diduga masih menyimpan bara di bawah permukaan.
Personel gabungan saat ini terus melakukan penyisiran, penyekatan jalur api serta pemadaman pada titik-titik yang masih mengeluarkan asap. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah api kembali menjalar dan meluas ke area lainnya.
Dandim 0107/Aceh Selatan Letkol Inf Andrino D.N. Lubis mengatakan, penanganan Karhutla di Bakongan telah memasuki hari ketujuh. TNI bersama instansi terkait masih fokus mengendalikan titik-titik api dan memastikan tidak ada bara yang kembali memicu kebakaran.
“Penanganan sudah memasuki hari ketujuh. Saat ini TNI bersama instansi terkait terus fokus melakukan penyekatan api dan pemadaman pada titik-titik sumber yang masih muncul asap,” ujar Dandim.
Ia menyebutkan, kondisi alam di kawasan Bakongan pada Kamis terlihat mulai mendung. Kondisi tersebut diharapkan menjadi pertanda baik sehingga hujan dapat segera turun dan membantu proses pemadaman di lapangan.
“Alhamdulillah, kondisi alam hari ini mulai mendung. Mudah-mudahan segera turun hujan sehingga dapat membantu proses pemadaman dan pendinginan lahan,” katanya.
Kendati demikian, Dandim menegaskan personel tetap melanjutkan penanganan dan tidak menunggu hujan turun. Sebab, karakteristik lahan gambut memungkinkan api dan bara bertahan di bawah permukaan meskipun bagian atas lahan terlihat telah padam.
“Lahan gambut ini memiliki karakteristik tersendiri. Api bisa terlihat sudah padam di permukaan, tetapi bara masih dapat bertahan di bawah tanah. Karena itu, kita tetap melakukan penyekatan, penyisiran dan pendinginan pada titik-titik yang masih berasap,” jelasnya.
Dandim mengapresiasi kerja keras seluruh personel gabungan yang selama tujuh hari terus berada di lapangan melakukan penanganan Karhutla.
Ia berharap sinergi seluruh unsur, ditambah kondisi cuaca yang mulai mendung, dapat membantu mempercepat proses pemadaman sehingga kebakaran tidak kembali meluas.
“Kita berharap hujan segera turun dan membantu proses pemadaman. Namun, kita tidak boleh lengah. Penanganan dan pemantauan tetap dilakukan sampai kondisi benar-benar aman,” tegasnya. (yat/rus)
Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Ujung Mangki, Kecamatan Bakongan, Kabupaten Aceh Selatan, terus dilanjutkan personel TNI bersama tim gabungan, Kamis (3/9). For Rakyat Aceh
Tidak ada komentar