x

Sekda Lhokseumawe Tegaskan Pilchikgam 2026 Harus Penuhi Kuorum 50 Persen Plus Satu

waktu baca 3 menit
Kamis, 27 Agu 2026 14:59 1 redaksi

RAKYAT ACEH | LHOKSEUMAWE – Pemilihan Keuchik Gampong (Pilchikgam) serentak Kota Lhokseumawe pada 20 September 2026 dituntut berlangsung tertib, demokratis, dan sesuai ketentuan. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah kehadiran pemilih yang tercatat dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) saat proses pemungutan suara.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Lhokseumawe, A. Haris, S.Sos., M.Si., menegaskan pemungutan suara harus memenuhi ketentuan kehadiran pemilih 50 persen plus satu dari jumlah pemilih yang terdaftar dalam DPT.

Hal itu disampaikan A. Haris didampingi Plt Kepala DPMG Kota Lhokseumawe, Safriadi, S.STP, M.S.M kepada awak media usai memimpin Apel Deklarasi Damai Pilchikgam Kota Lhokseumawe Tahun 2026, yang dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Lhokseumawe, Muspika dari empat kecamatan, para mukim, Ketua Tuha Peut, Pj. Keuchik, Panitia Pemilihan Keuchik (P2K), calon keuchik serta unsur terkait lainnya.

Naskah teks deklarasi damai itu dibacakan oleh Calon Keuchik Hagu Selatan Zulfitrian, dilanjutkan pelepasan balon ke udara oleh Sekda bersama Forkopimda, dan penandatanganan ikrar Pilchikgam Damai 2026.

“Misalnya dalam satu gampong terdapat 1.000 pemilih yang masuk dalam DPT, maka yang harus hadir 50 persen plus satu, yakni 501 orang,” kata A. Haris.

Ia menjelaskan, apabila jumlah kehadiran pemilih belum memenuhi ketentuan yang berlaku, proses pemungutan suara dapat diperpanjang sesuai mekanisme dan keputusan panitia di tingkat gampong.

“Kalau belum memenuhi ketentuan, bisa diperpanjang waktu pencoblosannya. Terserah nanti keputusan P2K di masing-masing gampong dan TPS, mungkin sampai sore. Kalau belum juga mencapai 50 persen plus satu, bisa saja dilanjutkan sampai besok, tergantung keputusan P2K dan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Selain persoalan partisipasi pemilih, A. Haris juga menekankan pentingnya menjaga Pilchikgam sebagai momentum demokrasi di tingkat gampong yang berlangsung damai dan bermartabat.

Ia meminta seluruh calon keuchik memiliki komitmen untuk berkompetisi secara sehat serta menerima hasil pemilihan dengan jiwa besar.

Menurutnya, praktik politik uang harus dihindari. Masyarakat diharapkan menggunakan hak pilih berdasarkan hati nurani tanpa dipengaruhi imbalan tertentu.

“Kita ajarkan kepada masyarakat untuk memilih dengan hati, tidak perlu dengan upah. Kalau ada dugaan kecurangan dalam pelaksanaan, tentu akan ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku,” tegasnya.

Kepada para calon keuchik, ia berpesan agar mengedepankan kepribadian yang baik dan tidak melakukan kecurangan dalam bentuk apa pun. Menurutnya, kemenangan yang diperoleh melalui proses demokrasi yang bersih akan memiliki nilai yang lebih baik bagi calon maupun masyarakat.

A. Haris juga meminta P2K bekerja profesional sejak awal tahapan pemungutan suara, mulai dari pengambilan surat suara, proses pencoblosan, hingga memasukkan surat suara ke dalam kotak suara.

Ketelitian juga ditekankan saat proses penghitungan suara. P2K diminta memastikan setiap surat suara dibaca dan dicatat secara benar sehingga tidak terjadi kesalahan antara gambar calon yang dicoblos dengan nama calon yang disebutkan dalam penghitungan.

“Kita berharap P2K benar-benar menjaga ketertiban dan ketelitian. Jangan sampai gambar calon A tetapi dibaca calon B. Hal-hal seperti itu harus dihindari karena hasil dari P2K nantinya akan menjadi bagian penting dalam penetapan hasil Pilchikgam,” katanya.

Dengan deklarasi damai tersebut, Pemko Lhokseumawe berharap seluruh tahapan Pilchikgam serentak 2026 dapat berjalan aman, tertib dan demokratis, sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menentukan pemimpin gampong untuk periode mendatang.(arm/ra)

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x