x

Wacana Kantin Sekolah Sajikan MBG, Masyarakat Pertanyakan Risiko dan Standar Keamanan

waktu baca 2 menit
Kamis, 10 Sep 2026 16:24 13 redaksi

RAKYAT ACEH I BLANGPIDIE – Wacana pelibatan kantin sekolah dalam penyediaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai menuai perhatian dan pertanyaan dari masyarakat di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya).

Sejumlah masyarakat menilai, apabila kantin sekolah dilibatkan dalam penyediaan MBG, perlu dipastikan seluruh persyaratan dan standar yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN) dapat dipenuhi secara konsisten.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah kesiapan sarana dan prasarana, standar pengolahan makanan, hingga pengawasan keamanan pangan.

Lebih dari itu, kehadiran dapur SPPG secara masif juga mengancam keberlangsungan pelaku usaha mikro yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi lingkungan sekitar sekolah.

Namun, jika dikelola oleh mitra seperti yang sudah berjalan selama ini, ibu-ibu yang tidak ada kerja di kampung-kampung bisa masuk kerja di SPPG.

Tapi jika dialihkan ke kantin sekolah, orang yang tadinya kerja bisa saja menjadi hilang pekerjaan. “Hanya karena ganti pelaku,”kata Darmawan salah seorang wali murid.

Menurutnya, pelaksanaan SPPG di Kabupaten Abdya sudah tepat sasaran seperti saat ini yang sudah berjalan. Sebab, manfaat ekonomi benar-benar dirasakan oleh masyarakat lokal.

“Kita khawatir pelibatan kantin sekolah justru membuka persoalan baru apabila tidak disertai standar pengawasan yang ketat,”sebutnya.

Terpisah, Andi Aneka, mitra BGN yang mengelola salah satu dapur SPPG di Abdya mengatakan tuntutan pemenuhan standar terhadap mitra terus dilakukan, mulai dari kelengkapan peralatan hingga persyaratan perizinan.

“Apa yang menjadi standar dari BGN terus kami penuhi semaksimal mungkin. Mulai dari peralatan, kelengkapan peralatan, hingga standar pengolahan dan perizinan terus kami perbaiki. Tujuannya tidak lain untuk memberikan kualitas terbaik yang nantinya berbanding lurus dengan kelancaran program,” katanya.

Terkait wacana pelibatan kantin sekolah dalam penyediaan MBG, Andi memilih tidak memberikan penilaian lebih jauh. Namun, ia mempertanyakan sejauh mana seluruh kantin sekolah mampu memenuhi standar yang sama dengan SPPG.

“Apakah mungkin semua kantin sekolah bisa menyajikan makanan sesuai standar BGN?” ujarnya.(mat).

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x