Dalam sambutannya, Ketua FHPTA Muhammad Hatta menegaskan bahwa forum ini tidak hanya berfungsi sebagai ruang koordinasi formal, tetapi juga sebagai pusat sinergi yang mampu mengintegrasikan kekuatan komunikasi antarperguruan tinggi.
FOR RAKYAT ACEH.BANDA ACEH | RAKYAT ACEH – Upaya memperkuat tata kelola komunikasi publik di lingkungan pendidikan tinggi terus digencarkan. Hal ini ditandai dengan terbentuknya Forum Humas Perguruan Tinggi Aceh (FHPTA) sebagai wadah kolaborasi strategis lintas kampus di provinsi Aceh.

Forum ini resmi dibentuk melalui musyawarah mufakat dalam Rapat Koordinasi Humas dan Protokol di lingkungan LLDikti Wilayah XIII Aceh yang diikuti perwakilan humas perguruan tinggi negeri dan swasta se-Aceh, Selasa (28/4), di Banda Aceh.
Dalam forum tersebut, Koordinator Humas dan Kerja Sama Politeknik Negeri Lhokseumawe, Muhammad Hatta, ditetapkan sebagai Ketua FHPTA periode 2026–2029. Sementara itu, Dr. Teuku Kemal Fasya dipercaya sebagai Wakil Ketua, dan Mulyana, S.E. sebagai Sekretaris.
Struktur kepengurusan turut diperkuat oleh Imam Taufik Harahap, S.H., M.Si sebagai Wakil Sekretaris serta Dewi Farida, SST., M.K.M sebagai Bendahara. Selain itu, FHPTA juga membentuk sejumlah bidang strategis guna mendukung efektivitas kinerja organisasi, meliputi publikasi dan media digital, protokol, riset dan opini publik, pengembangan sumber daya manusia, hingga kemitraan dan kerja sama.
Dalam sambutannya, Ketua FHPTA Muhammad Hatta menegaskan bahwa forum ini tidak hanya berfungsi sebagai ruang koordinasi formal, tetapi juga sebagai pusat sinergi yang mampu mengintegrasikan kekuatan komunikasi antarperguruan tinggi.
“FHPTA diharapkan menjadi simpul kolaborasi yang memperkuat peran humas sebagai garda depan dalam membangun citra institusi serta menyampaikan informasi yang kredibel dan berdampak,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya komunikasi yang terbuka dan konstruktif dalam menjalankan organisasi, termasuk budaya saling memberi masukan untuk meningkatkan kualitas kinerja kelembagaan.
Menurutnya, di tengah dinamika arus informasi yang semakin cepat dan kompleks, humas perguruan tinggi dituntut adaptif, responsif, serta mampu membangun narasi yang kuat dan relevan di ruang publik.
Pembentukan FHPTA menjadi langkah awal konsolidasi peran strategis kehumasan dalam memperkuat reputasi pendidikan tinggi Aceh. Ke depan, forum ini diharapkan mampu memperluas jejaring kolaborasi, meningkatkan kualitas diseminasi informasi, serta mendorong positioning perguruan tinggi Aceh di tingkat nasional hingga global.(arm/ra)
Tidak ada komentar