x

Haul ke-16 Hasan Tiro, KPA Ingatkan Pentingnya Menjaga Amanah Perjuangan

waktu baca 3 menit
Rabu, 3 Jun 2026 16:32 3 redaksi

LHOKSEUMAWE | RAKYAT ACEH – Peringatan Haul ke-16 Wali Nanggroe Aceh, Almarhum Paduka Yang Mulia Dr. Tgk. Hasan Muhammad di Tiro, LL.D., berlangsung khidmat dan penuh makna di Masjid Jami’ At-Tahrir Kandang, Gampong Meunasah Manyang Kandang, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Rabu (3/6/2026).

Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan sambutan dari Ketua Majelis Wilayah Kuta Pase, M. Yasir. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kesadaran kolektif dan kesabaran dalam mewujudkan cita-cita perjuangan yang telah diwariskan oleh Almarhum Hasan Tiro.

Menurut Yasir, perjuangan besar tidak dapat diwujudkan secara instan, melainkan membutuhkan persatuan, kesadaran bersama, serta komitmen yang berkelanjutan dari seluruh elemen masyarakat Aceh. Ia juga berharap setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh KPA dan Partai Aceh dapat dipandang sebagai bagian dari upaya merawat perdamaian dan membangun masa depan Aceh yang lebih baik.

Sebagai bentuk kepedulian sosial, panitia turut menyerahkan santunan secara simbolis kepada 10 anak yatim. Secara keseluruhan, sebanyak 100 anak yatim menerima bantuan dalam kegiatan tersebut.

Doa bersama dipimpin oleh Qadhi Wilayah Kuta Pase, Tgk. H. Syahabuddin akrab disapa Abah Alue Awe. Sementara tausiah disampaikan oleh Abon Arongan yang mengangkat tema hubungan antara pemimpin dan rakyat dalam menjaga amanah perjuangan.

Dalam ceramahnya, Abon Arongan menegaskan bahwa keberhasilan sebuah perjuangan tidak hanya ditentukan oleh pemimpin, tetapi juga oleh kesadaran masyarakat dalam menjaga nilai-nilai yang diwariskan para pendahulu. Ia mengajak seluruh elemen Aceh untuk terus merawat semangat persatuan, keislaman, dan pengabdian kepada masyarakat.

Sementara itu, Panglima Wilayah Kuta Pase Muchtar Hanafiah melalui Juru Bicara KPA, Halim Abe, menyampaikan bahwa haul Paduka Yang Mulia Dr. Tgk. Hasan Muhammad di Tiro, LL.D., bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum refleksi untuk memperkuat komitmen terhadap masa depan Aceh.

“Haul ini bukan sekadar mengenang masa lalu, tetapi momentum memperbarui komitmen terhadap cita-cita besar Aceh, menjadi bangsa yang berdaulat di atas tanah pusaka leluhur dengan merawat nilai-nilai keislaman dan budayanya,” ujar Halim Abe.

Ia menambahkan bahwa enam belas tahun setelah wafatnya Paduka Yang Mulia Dr. Tgk. Hasan Tiro, warisan terbesar yang ditinggalkan bukan hanya catatan sejarah perjuangan, tetapi keberanian untuk berpikir besar dan membangun masa depan Aceh yang lebih bermartabat.

“Penghormatan terbaik kepada beliau bukan hanya dengan mengenang dan mendoakan, tetapi melalui kerja nyata untuk memastikan amanah perjuangan tetap hidup dalam kebijakan, kepemimpinan, dan pengabdian kepada rakyat. Itulah jalan menuju Aceh yang Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur,” pungkasnya.

Peringatan haul tersebut berlangsung dalam suasana tertib, religius, dan penuh kekeluargaan, sekaligus menjadi ruang silaturahmi bagi berbagai elemen masyarakat yang ingin mengenang jasa serta pemikiran Hasan Tiro dalam perjalanan sejarah dan pembangunan Aceh.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Kuta Pase tersebut dihadiri lebih dari 600 jamaah dari berbagai unsur masyarakat. Hadir dalam kesempatan itu jajaran Majelis Wilayah Kuta Pase, pengurus daerah dan sagoe KPA, pengurus Partai Aceh, Wakil Wali Kota Lhokseumawe, Husaini, Jaringan Aneuk Syuhada Aceh (JASA), Inong Balee, para ulama, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen sipil lainnya.(arm/ra)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x