x

Camat Muara Satu Dukung Forum BKM Jamik At-Taqwa Perkuat Syariat Islam dan Kearifan Lokal 

waktu baca 2 menit
Rabu, 10 Jun 2026 11:26 10 redaksi

RAKYAT ACEH | LHOKSEUMAWE – Ketua Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Jamik At-Taqwa Meuria Paloh sekaligus Ketua Tuha Peut Gampong Meuria Paloh, Dr. Tgk. H. Ramli Amin, bersama pengurus masjid dan sejumlah tokoh masyarakat mendatangi Kantor Camat Muara Satu, Selasa (9/6).

 

Kedatangan rombongan tersebut disambut langsung oleh Camat Muara Satu, Mustazir Ramli, S.IP., M.Si. Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan semangat kebersamaan untuk memperkuat pelaksanaan Syariat Islam serta menjaga kearifan lokal Aceh di tengah dinamika perkembangan zaman.

 

Dalam kesempatan itu, Dr. Tgk. H. Ramli Amin menyampaikan harapan agar Pemerintah Kecamatan Muara Satu dapat memfasilitasi pertemuan yang melibatkan seluruh keuchik, imum gampong, unsur akademisi dari Universitas Malikussaleh (Unimal), serta para pemilik rumah kos dan usaha penginapan di wilayah Muara Satu.

 

Menurutnya, kolaborasi lintas sektor sangat diperlukan untuk merumuskan langkah-langkah strategis dalam menjaga nilai-nilai Syariat Islam, memperkuat pengawasan sosial, serta mempertahankan identitas budaya Aceh yang telah diwariskan secara turun-temurun.

 

Menanggapi hal tersebut, Camat Muara Satu, Mustazir Ramli, menyatakan dukungan penuh terhadap berbagai upaya penguatan Syariat Islam dan pelestarian kearifan lokal yang telah menjadi komitmen bersama masyarakat Aceh.

 

Ia menegaskan bahwa gagasan tersebut sejalan dengan hasil musyawarah yang sebelumnya digelar oleh BKM Jamik At-Taqwa Kemukiman Paloh Timu di Gampong Meuria Paloh pada Minggu (7/6). Musyawarah tersebut mempertemukan unsur ulama, pemerintah, tokoh masyarakat, pemuda, dan berbagai elemen lainnya untuk membahas langkah konkret menjaga marwah Aceh di tengah perubahan sosial yang terus berkembang.

 

“Kami menyambut baik inisiatif para ulama dan tokoh masyarakat. Penguatan Syariat Islam dan kearifan lokal membutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari pemerintah, aparatur gampong, akademisi hingga masyarakat luas. Pemerintah Kecamatan siap mendukung dan memfasilitasi langkah-langkah yang bertujuan menjaga nilai-nilai keislaman dan budaya Aceh,” ujar Mustazir Ramli.

 

Pertemuan tersebut diharapkan menjadi awal lahirnya gerakan kolaboratif yang mampu memperkuat karakter masyarakat Muara Satu, sekaligus menjaga jati diri Aceh sebagai daerah yang

menjunjung tinggi nilai-nilai Syariat Islam dan kearifan lokal dalam kehidupan sehari-hari. (arm/ra)

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x