x

Waspada Kebakaran di TPA Efek El Nino

waktu baca 2 menit
Minggu, 5 Jul 2026 19:49 4 redaksi

Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Diaz Hendropriyono
“WMO (World Meteorology Organization) sudah memberikan warning bahwa El Nino ini akan lebih gawat lagi, artinya kita harus antisipasi akan ada potensi kebakaran lain di TPA di seluruh Indonesia,”

RAKYAT ACEH | JAKARTA – Kebakaran yang melanda tempat pembuangan akhir sampah (TPA) Jatiwaringin Kabupaten Tangerang bisa saja terjadi di TPA lain bila tidak diantisipasi.

Karena itu, Wakil Menteri Lingkungan Hidup (LH) Diaz Hendropriyono mengingatkan para kepala daerah untuk mengantisipasi risiko kebakaran (TPA) sebagai dampak El Nino.

Ia menjelaskan, Menteri LH/Kepala BPLH Moh Jumhur Hidayat sudah mengeluarkan edaran per 1 Juli lalu untuk mengantisipasi kebakaran di TPA akibat El Nino.

“WMO (World Meteorology Organization) sudah memberikan warning bahwa El Nino ini akan lebih gawat lagi, artinya kita harus antisipasi akan ada potensi kebakaran lain di TPA di seluruh Indonesia,” kata Wamen Diaz, Minggu (5/7) sebagaimana dilansir dari Antara.

Surat edaran tersebut berisi poin-poin tentang apa saja yang perlu dilakukan oleh para kepala daerah di wilayah masing-masing guna mengantisipasi dampak fenomena El Nino.

Langkah tanggap darurat, lanjutnya, perlu diambil untuk mengantisipasi lonjakan risiko kebakaran infrastruktur pengelolaan sampah. Terutama di TPA open dumping yang menghasilkan gas metana secara masif.

Sebelumnya, usai meninjau lokasi kebakaran di TPA Jatiwaringin, Sabtu (4/7), Diaz memastikan pemerintah memprioritaskan keselamatan warga yang tinggal di sekitar TPA.

Tidak hanya karena kebakaran masih terdeteksi sampai Sabtu lalu, tetapi juga terkait masalah kesehatan warga.
Per hari ini, kebakaran yang melanda TPA Jatiwaringin telah memasuki hari kedelapan. Dengan indikasi kepulan asap pertama kali terpantau oleh warga sekitar sejak 28 Juni 2026 dan puncaknya terjadi pada 30 Juni 2026.

Menanggapi situasi tersebut, KLH/BPLH menekankan pentingnya kepatuhan kepala daerah terhadap instruksi pencegahan yang telah diterbitkan secara resmi oleh pemerintah pusat, guna meredam dampak buruk cuaca panas ekstrem.
Dari sisi KLH/BPLH, sejumlah upaya telah dilakukan untuk mendukung proses pemadaman, termasuk monitoring melalui drone serta pemantauan kualitas udara di sekitar TPA.

Diaz juga mengapresiasi Kementerian Kehutanan yang telah mengirimkan pasukan Manggala Agni untuk membantu proses pemadaman. Mengingat manggala agni berpengalaman dalam pemadaman kebakaran hutan di wilayah gambut.

“Kami sudah minta dilakukan koordinasi dengan pihak bandara dan pihak TNI AU agar bisa melakukan monitoring analisa melalui drone secara berkala. Kami juga sudah deploy 2 mobile monitoring system untuk memonitor beberapa hal seperti SO2 (sulfur dioxide), NO2 (nitrogen dioxide), PM 10, PM 2.5 yang kita lihat sudah di atas baku mutu,” imbuh Diaz. (ant/hra)

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x