x

Langkah Ramlah Sali Menuju Baitullah di Usia Satu Abad Lebih

waktu baca 3 menit
Sabtu, 9 Mei 2026 12:35 4 redaksi

Wajah Ramlah Sali tampak tenang saat duduk di salah satu kamar Asrama Haji Embarkasi Banda Aceh, Jumat (8/5). Di usianya yang telah mencapai 102 tahun, perempuan asal Alur Lhok, Aceh Tamiang itu bersiap menunaikan ibadah haji untuk pertama kalinya.

Septi Iklima Fadila Santi,

Ramlah menjadi jemaah haji tertua Kloter 4 sekaligus tertua se-Aceh tahun ini. Meski berasal dari Aceh Tamiang, ia tergabung dalam jemaah asal Langsa karena didaftarkan bersama anaknya yang menetap di kota tersebut.

Di usianya yang telah lebih dari satu abad, semangat Ramlah untuk menunaikan ibadah haji tetap terlihat kuat. Ia bahkan masih mampu berjalan sendiri tanpa bantuan tongkat.
“Senang sekali karena tahun ini bisa berangkat ke Tanah Suci. Badan saya juga masih sehat dan kuat, makan pun masih lancar,” ujar Ramlah.

Sehari-hari, Ramlah mengaku masih aktif melakukan pekerjaan rumah. Ia mengatakan, salah satu pekerjaan rumah yang senang ia lakukan adalah memasak untuk anak-anaknya.
“Kerja saya di kampung ya masak-masak. Anak pulang kerja tinggal makan. Anak saya ada 13,” katanya sambil tersenyum.

Ramlah bercerita, ia mengumpulkan biaya haji selama dua tahun dengan cara menabung sedikit demi sedikit dari uang jajan yang diberikan anak-anaknya. Uang itu ia simpan sendiri di rumah hingga akhirnya cukup untuk mendaftar haji.

“Kadang anak-anak suruh beli makanan yang saya suka, tapi enggak saya beli. Saya tabung,” ungkap Ramlah.
Saat mendapat kabar dari Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Langsa bahwa dirinya masuk daftar keberangkatan tahun ini, Ramlah mengaku sangat bahagia dan langsung mantap berangkat ke Tanah Suci.
“Saya senang sekali. Saya bilang sama anak-anak ga usah pikirkan saya gimana, saya pokoknya tetap pergi,” tutur Ramlah.

Persiapan haji juga dijalaninya dengan sederhana. Untuk mengikuti manasik haji di Langsa, Ramlah pergi bersama anaknya dengan berboncengan sepeda motor setiap harinya.
Di usia senjanya, Ramlah mengaku tidak memiliki resep khusus untuk menjaga kesehatan. Ia hanya makan seperti biasa dan tetap aktif bergerak di rumah.

“Saya masih sanggup nyapu dan ngepel rumah. Resep sehatnya ga ada, saya makan apa aja selain kangkung dan bayam, karena kalau makan itu badan saya langsung sakit,” kata Ramlah.
Ramlah juga bercerita sebelum berangkat ke Asrama Haji Banda Aceh, ia hanya memanjatkan satu doa agar diberi kesehatan dan tidak mabuk selama perjalanan, mengingat dirinya tidak terbiasa bepergian jauh menggunakan kendaraan beroda empat.
“Alhamdulillah selama perjalanan enggak mabuk,” ujarnya.

Di Tanah Suci nanti, Ramlah berharap diberi kekuatan untuk menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji. Ia juga ingin memanjatkan doa keselamatan dan kesehatan di depan Ka’bah.
“Saya cuma mau minta selamat dan sehat supaya bisa berbuat amal ibadah,” tutur Ramlah.
Sementara itu, Ketua PPIH Embarkasi Banda Aceh, Arijal, turut menyapa Ramlah saat berada di asrama haji. Ia memberi semangat kepada jemaah tertua Aceh tersebut agar tetap sehat dan bergembira selama menjalankan ibadah.

“Harus sehat dan bergembira. Kita mau bertemu Rasulullah, harus gembira. Umur 102 tahun masih sangat kuat, luar biasa itu,” ujar Arijal.
Kloter 4 sendiri terdiri atas 393 jemaah, dengan rincian 197 jemaah asal Langsa, 185 jemaah Banda Aceh, dua jemaah asal Bireuen, masing-masing satu jemaah dari Aceh Besar, Lhokseumawe, dan Sabang, serta empat petugas PPIH dan dua Petugas Haji Daerah (PHD).

Kloter ini diberangkatkan menuju Arab Saudi melalui Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh Besar, pada Sabtu (9/5) pukul 04.40 WIB menggunakan maskapai Garuda Indonesia.
Hingga saat ini, total sebanyak 1.176 jemaah haji asal Aceh dari Kloter 1,2 dan 3 telah tiba di Tanah Suci hingga Jumat (8/5). **

 

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x