x

AI Geser Peta Dunia Kerja, Jurusan TIK PNL Cetak Talenta Digital Siap Bersaing di Panggung Global

waktu baca 4 menit
Senin, 6 Jul 2026 14:16 6 redaksi

LHOKSEUMAWE | RAKYAT ACEH – Revolusi Artificial Intelligence (AI) bukan lagi sekadar isu masa depan. Gelombang transformasi digital kini mengubah hampir seluruh sektor industri, menciptakan profesi baru sekaligus menggeser pekerjaan konvensional. Menjawab tantangan tersebut, Jurusan Teknologi Informasi dan Komputer (TIK) Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) mengambil langkah strategis dengan memperkuat kapasitas mahasiswa melalui kuliah umum bertajuk “Skill Masa Depan, Kunci Sukses Menuju Industri Global di Era Artificial Intelligence (AI)”, yang digelar di Ruang Theater Technopreneurship Development Center (TDC) PNL, Senin (6/7).

 

Sekitar 150 dosen dan mahasiswa mengikuti kegiatan yang menghadirkan akademisi serta praktisi industri untuk membahas perubahan lanskap dunia kerja akibat pesatnya perkembangan kecerdasan buatan. Forum ini menjadi ruang berbagi wawasan mengenai keterampilan yang wajib dimiliki generasi muda agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

 

Ketua Jurusan TIK PNL, Salahuddin, S.T., M.Cs., menegaskan bahwa perguruan tinggi vokasi harus bergerak lebih cepat mengikuti dinamika teknologi. Menurutnya, lulusan masa kini tidak cukup hanya menguasai kemampuan teknis, tetapi juga harus memiliki kreativitas, kemampuan memecahkan masalah, komunikasi yang baik, serta kesiapan beradaptasi dengan perubahan yang berlangsung sangat cepat.

 

“Industri membutuhkan talenta yang mampu belajar sepanjang hayat, berpikir inovatif, dan mampu memanfaatkan teknologi sebagai solusi bagi berbagai persoalan. Inilah arah pengembangan pendidikan yang terus kami bangun di Jurusan TIK PNL,” ujarnya.

 

Sementara itu, Wakil Direktur Bidang Akademik dan Sistem Informasi PNL, Dr. (C). Muhammad Arhami, S.Si., M.Kom., mengatakan Artificial Intelligence telah menjadi teknologi yang mengubah pola kerja di hampir seluruh sektor, mulai dari manufaktur, layanan publik, kesehatan, pendidikan hingga bisnis digital.

 

Menurutnya, penguasaan AI kini bukan lagi keahlian eksklusif mahasiswa teknologi informasi. Hampir seluruh profesi membutuhkan kemampuan memahami teknologi digital sebagai bekal menghadapi transformasi industri.

 

“Mahasiswa harus siap bekerja lintas disiplin ilmu. AI telah menjadi bagian dari berbagai sektor, sehingga kemampuan berkolaborasi, berpikir kritis, dan terus meningkatkan kompetensi menjadi kebutuhan utama,” katanya.

 

Arhami juga menekankan pentingnya pengalaman magang sebagai jembatan antara dunia akademik dan industri. Melalui internship, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman teknis, tetapi juga memahami budaya kerja profesional, meningkatkan kemampuan komunikasi, serta menyesuaikan kompetensi dengan kebutuhan dunia usaha.

 

Kuliah umum menghadirkan Prof. Dr. Ir. Melinda, S.T., M.Sc., IPU., ASEAN Eng., APEC Engineer dari Universitas Syiah Kuala sebagai pembicara utama. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa AI bukan ancaman bagi manusia, melainkan teknologi yang mampu mempercepat lahirnya inovasi jika dimanfaatkan secara tepat.

 

Menurut Melinda, pekerjaan yang bersifat rutin akan semakin banyak digantikan oleh sistem otomatis. Namun di sisi lain, kebutuhan terhadap sumber daya manusia yang memiliki kreativitas, kemampuan analitis, kepemimpinan, empati, serta kecakapan memanfaatkan AI justru akan meningkat secara signifikan.

 

“Keunggulan manusia di masa depan bukan hanya pada kemampuan teknis, tetapi pada cara berpikir, kemampuan berkolaborasi, menyelesaikan persoalan kompleks, dan menggunakan Artificial Intelligence secara bertanggung jawab,” jelasnya.

 

Ia mendorong mahasiswa untuk aktif membangun portofolio sejak di bangku kuliah melalui riset, inovasi, pengembangan aplikasi, proyek teknologi, hingga karya yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

 

Materi berikutnya disampaikan oleh Muhammad Zulfan Azhari, S.ST., M.Sc., yang memaparkan implementasi Data Engineering di Hukomonline. Ia memperlihatkan bagaimana data, analitik, dan Artificial Intelligence telah menjadi fondasi utama dalam pengambilan keputusan di era ekonomi digital serta membuka peluang karier baru bagi talenta muda Indonesia.

 

Diskusi berlangsung dinamis. Mahasiswa memanfaatkan sesi tanya jawab untuk mendalami berbagai isu mulai dari perkembangan AI, etika penggunaan kecerdasan buatan, keamanan siber, peluang kerja internasional, hingga keterampilan yang paling dibutuhkan industri dalam lima hingga sepuluh tahun mendatang.

 

Melalui kegiatan ini, Jurusan TIK PNL menegaskan komitmennya membangun ekosistem pendidikan vokasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi global. Langkah tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi digital yang tidak hanya siap menghadapi disrupsi Artificial Intelligence, tetapi juga mampu menjadi inovator dan penggerak transformasi industri Indonesia di masa depan.(arm/ra)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x