x

Danrem Ali Imran: TNI Kebut Pembangunan Ratusan Jembatan di Aceh, Infrastruktur Jadi Prioritas Pemulihan Pascabencana

waktu baca 3 menit
Kamis, 6 Agu 2026 11:01 7 redaksi

LHOKSEUMAWE | RAKYAT ACEH- Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa, Brigjen TNI Ali Imran, menegaskan komitmen TNI Angkatan Darat untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui percepatan pembangunan infrastruktur dan berbagai program teritorial sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana di Aceh.

 

Pernyataan tersebut disampaikan Brigjen TNI Ali Imran dalam podcast yang digelar di Gampong Saweuk, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara, Rabu (5/8).

 

“Masyarakat Aceh tidak sendirian. TNI AD akan terus bekerja membantu masyarakat melalui pembangunan jembatan, penyediaan air bersih, dan berbagai program teritorial lainnya yang memberikan manfaat langsung,” ujar Ali Imran.

 

Ia menjelaskan, pascabencana banjir dan tanah longsor yang melanda sebagian besar wilayah Aceh, TNI bergerak cepat memulihkan akses masyarakat. Dari 12 kabupaten/kota di wilayah Korem 011/Lilawangsa, sebanyak 11 daerah terdampak, dengan kerusakan terparah terjadi di Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Tamiang, Aceh Tengah, dan Gayo Lues.

 

Menurutnya, kerusakan infrastruktur, terutama jembatan penghubung antardesa, menjadi fokus utama penanganan. Untuk itu, TNI membangun berbagai jenis jembatan, mulai dari Bailey, beton, Aramco, hingga jembatan gantung perintis sesuai kebutuhan di lapangan.

 

Melalui program Karya Bhakti TNI, berbagai kegiatan pemulihan juga terus dilakukan, di antaranya pembangunan Jembatan Garuda, program TNI AD Manunggal Air Bersih dan Air Persawahan, rehabilitasi sekolah, renovasi rumah tidak layak huni (RTLH), perbaikan panti asuhan, penguatan ketahanan pangan, percepatan penanganan stunting, hingga gerakan penghijauan melalui program Bersatu Dengan Alam.

 

Ali Imran mengungkapkan, pemerintah menargetkan pembangunan sekitar 140 jembatan pascabencana di Aceh Utara. Hingga awal Agustus 2026, sekitar 45 jembatan berbagai tipe telah rampung dikerjakan Kodim 0103/Aceh Utara, sementara sisanya terus dipercepat agar selesai sesuai target pada bulan ini.

 

Secara nasional, pemerintah menargetkan pembangunan 5.000 jembatan hingga akhir 2026. Khusus menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2026, ditargetkan sebanyak 2.500 jembatan telah selesai dibangun, dengan Provinsi Aceh memperoleh alokasi lebih dari 300 unit.

 

Meski demikian, proses pembangunan di lapangan tidak lepas dari tantangan cuaca ekstrem. Curah hujan tinggi dan longsor beberapa kali menghambat distribusi material bahkan merusak jembatan yang baru selesai dibangun.

 

Danrem juga menyoroti beredarnya potongan video di media sosial yang menggambarkan seolah-olah proyek pembangunan terbengkalai.

 

“Di lapangan kami terus bekerja. Ada yang merekam hanya orang melintas di atas jembatan, sementara para pekerja yang sedang membangun di bawah tidak terlihat. Akibatnya muncul narasi seolah-olah pembangunan berhenti. Padahal kenyataannya tidak demikian,” katanya.

 

Selain pembangunan jembatan, TNI AD juga memperluas program Manunggal Air Bersih. Sejak memimpin Korem 011/Lilawangsa, Brigjen Ali Imran menyebut telah membangun sekitar 180 sumur bor di dayah, pesantren, serta fasilitas umum. Salah satu capaian yang menjadi perhatian adalah tersedianya air tawar di Masjid Agung Islamic Center Lhokseumawe yang selama hampir dua dekade mengalami persoalan air asin.

 

Di sektor pendidikan, TNI AD turut bersinergi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam rehabilitasi sekitar 2.500 sekolah terdampak bencana, mulai dari jenjang SD, SMP hingga SMA di wilayah Korem 011/Lilawangsa.

 

Ali Imran menegaskan seluruh program tersebut merupakan implementasi arahan Presiden Prabowo Subianto kepada Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak selaku Dansatgas Jembatan Nasional.

 

“Kami akan terus membangun. Masyarakat kami mohon bersabar karena semua membutuhkan proses. Prioritas kami adalah membuka kembali akses antarwilayah agar aktivitas ekonomi pulih dan anak-anak dapat bersekolah dengan aman tanpa harus menyeberangi sungai menggunakan rakit maupun tali,” tegasnya.

 

Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Korem 011/Lilawangsa, Pasiter Korem, Danramil 02/Kuta Makmur Letda Inf Andriyanto, Camat Kuta Makmur Hanifza Putra, Geuchik Gampong Saweuk Anwar, mahasiswa, serta masyarakat setempat.(arm/ra)

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x