x

KSOP Meulaboh Sosialisasikan Keselamatan Pelayaran bagi Pramuka Aceh Barat

waktu baca 2 menit
Kamis, 5 Nov 2026 17:14 40 redaksi

Rakyat Aceh | Meulaboh –  Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Meulaboh, menggelar sosialisasi tentang keselamatan pelayaran atau zero compromise for safety kepada 50 pramuka di Kabupaten Aceh Barat. Sekaligus memperkenalkan peluang karir pada dunia pelayaran bagi generasi muda. Kamis (5/11/2026).

Terlihat hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala KSOP Kelas IV Meulaboh, Capt. Tri Hananto, Kasat Polairud Polres Aceh Barat, AKP Karianta S dan Komandan Pos TNI AL, Kapten Laut (P) Surya Darmah.

Kepala KSOP Kelas IV Meulaboh, Capt. Tri Hananto, paling utama memperkenalkan, keberadaan KSOP Meulaboh, merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Perhubungan, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, bertugas sebagai pelaksana pengawasan dan penegakan hukum pada bidang keselamatan serta keamanan pelayaran, juga mengkoordinasikan kegiatan pemerintahan di pelabuhan, mengatur, pengendalian, sampai pengawasan kegiatan pelabuhan.

Usai perkenalkan secara singkat keberadaan KSOP Meulaboh sebagai UPT, Capt. Tri juga merincikan sejumlah alat keselamatan dan cara pemakaian, seperti life jacket, life buoy, life raft, dan life boat atau sekoci.

Capt. Tri menjelaskan, keselamatan dalam pelayaran, seandainya terjadi kondisi darurat di laut, paling utama tenang tanpa panik, menunggu aba-aba nakhoda, mengenakan life jacket, mengikuti instruksi awak kapal, sementara nakhoda menyampaikan sinyal panggilan darurat untuk menjelaskan kondisi dan identitas kapal, posisi serta jumlah orang yang membutuhkan pertolongan.

Selanjutnya mengikuti jalur evakuasi menuju titik berkumpul, jika meninggalkan kapal, harus mengunakan sekoci atau rakit penolong sesuai prosedur.

Capt. Tri menjelaskan, paling utama, sinyal komunikasi dalam keselamatan pelayaran, khusus digunakan untuk keadaan darurat yang mengancam jiwa sehingga membutuhkan bantuan segera, seperti keadaan Kapal tenggelam, kebakaran kapal, tabrakan serius, dan orang jatuh kelaut.

“Ada perbedaan sinyal komunikasinya, kalau panggilan MAYDAY kegunaan panggilan darurat mengancam jiwa, Sinyal panggilan PAN-PAN sifat mendesak namun belum mengancam jiwa, sinyal panggilan SECURITE informasi keselamatan pelayaran,” detail Capt. Tri.

Melihat tingginya tingkat disiplin dan antusiasme peserta sosialisasi, Capt. Tri juga memperkenalkan peluang berkarir pada dunia pelayaran, tinggal mendaftarkan diri pada sekolah pelayaran baik yang berada dibawah kementrian perhubungan maupun sekolah swasta.

“Pada umumnya masyarakat kita condong kejar karir di ASN, TNI, maupun Polri, padahal juga ada peluang menjanjikan berkarir di dunia pelayaran,” tutup Capt. Tri.(den)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x