Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar, S.H., M.H., melakukan audiensi dengan jajaran Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Rabu (4/11). FOR RAKYAT ACEH.RAKYAT ACEH | LHOKSEUMAWE – Pemerintah Kota Lhokseumawe mulai memperkuat langkah koordinasi dengan pemerintah pusat untuk mempercepat pemulihan infrastruktur perdagangan yang terdampak bencana. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui audiensi Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar, S.H., M.H., dengan jajaran Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Rabu (4/11).
Dalam pertemuan yang berlangsung di Kementerian Perdagangan RI tersebut, Sayuti Abubakar bertemu dengan Direktur Sarana Perdagangan dan Logistik, Mario Josko, S.E., M.I.E., beserta jajaran. Agenda utama audiensi adalah membahas rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) pasar rakyat di Kota Lhokseumawe yang mengalami dampak akibat bencana.
Sayuti mengatakan, pertemuan ini menjadi bagian dari langkah Pemerintah Kota Lhokseumawe untuk mendorong keterlibatan dan dukungan pemerintah pusat dalam pemulihan fasilitas perdagangan daerah. Pemerintah daerah berupaya agar kebutuhan rehabilitasi pasar rakyat mendapatkan perhatian serius, sehingga penanganannya dapat ditindaklanjuti melalui koordinasi lintas pemerintahan.
“Pasar rakyat bukan sekadar tempat berlangsungnya transaksi jual beli. Lebih dari itu, pasar merupakan simpul penting perekonomian masyarakat, tempat bergantungnya mata pencaharian pedagang kecil, pelaku usaha mikro, serta berbagai sektor usaha yang memiliki keterkaitan langsung dengan aktivitas perdagangan,”katanya.
Karena itu, lanjut Walikota, kerusakan atau terganggunya fasilitas pasar akibat bencana tidak hanya berdampak pada kondisi fisik bangunan, tetapi juga berpotensi menghambat distribusi barang, menurunkan aktivitas perdagangan, serta memengaruhi pendapatan masyarakat.
Dalam konteks tersebut, percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pasar rakyat menjadi salah satu kebutuhan mendesak untuk memastikan aktivitas ekonomi masyarakat dapat kembali berjalan secara normal. Pemulihan fasilitas perdagangan juga diharapkan mampu menciptakan lingkungan pasar yang lebih layak, aman, dan nyaman bagi pedagang maupun konsumen.
Melalui audiensi ini, Pemko Lhokseumawe berharap terbangun sinergi yang lebih konkret dengan Kementerian Perdagangan RI, terutama dalam mendorong tindak lanjut terhadap kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi pasar yang terdampak bencana.
Langkah tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya komunikasi aktif antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat agar proses pemulihan pascabencana tidak berhenti pada penanganan darurat, tetapi berlanjut pada pembangunan kembali infrastruktur ekonomi yang menopang kehidupan masyarakat.
Ke depan, dukungan pemerintah pusat dan kesiapan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam mempercepat pemulihan pasar rakyat. Sebab, keberhasilan rehabilitasi pasar tidak hanya diukur dari berdirinya kembali bangunan fisik, tetapi juga dari pulihnya aktivitas perdagangan dan kembalinya sumber penghidupan masyarakat.
Pemulihan pasar rakyat bukan semata-mata membangun kembali fasilitas yang rusak, melainkan menghidupkan kembali denyut ekonomi masyarakat Kota Lhokseumawe pasca bencana. (arm/ra)
Tidak ada komentar