Traktor milik UPTD Distanbun Aceh mengolah lahan sawah yang tertimbun lumpur di Kecamatan Meurahdua, Pidie Jaya. (Rakyat Aceh/Abdullah Gani)RAKYAT ACEH | MEUREUDU – Empat kelompok Tani (Poktan) di Kecamatan Meurahdua, Pidie Jaya, disiapkan untuk areal pengembangan tanaman hortikultura khususnya komodity jagung. Lahan seluas 30 hektare, kini selesai diolah dan dijadwalkan dalam waktu dekat (paling cepat minggu pertama) September mulai tanam. Muhammad Nur SP, Kadis Pertanian dan Pangan setempat mengapresiasi program tersebut.
Lokasi penanaman adalah pada lahan sawah yang tertimbun lumpur tebal (rusak berat) akibat banjir bandang yang menerjang Pidie Jaya akhir November 2026 lalu. Sambil menunggu rekontruksi atau perbaikan kembali lahan dimaksud agar kembali seperti semula, pemkab melalui dinas terkait mengajak petani untuk memanfaatkan dengan menanam hortikultura. Tak mesti jagung, komodity lain pun boleh.
Kadistanpang Pidie Jaya, yang dihubungi wartawan media ini kemarin menyebutkan, bahwa total lahan yang disiapkan untuk penaanaman jagung adalah 30 hektare tersebar di empat Poktan atau desa dalam dua kemukiman. Yaitu Kemukiman Kuta Simpang meliputi dua desa yaitu Beuringen 17 Ha dan Desa Buangan 7 Ha. Sementara Kemukiman Kuta Baroh adalah Desa Blang Cut dan Dayah Kruet masing-masing seluas 3 Ha. “Biaya olah tanah dan benih jagung ditanggung Distanbun Aceh,” kata M Nur SP.
Muhammad Nur menambahkan sejumlah alat pengolahan tanah atau traktor didatangkan dari Unit Pelaksana Tehnis Dinas (UPTD) Mekanisasi Pertanian Distanbun Aceh dibawah Koordinator David Mahendra S.TP dan Mahfud SH. Selain pengolahan tanah untuk penanaman hortikultura, Distanbun Aceh, lanjut M Nur juga melakukan rekontruksi atau pembersihan lahan yang kini tertimbun lupur.
Kawasan yang kini sudah dan sedang dikerjakan adalah Desa Lueng Bimba dan Desa Buangan Kemukiman Kuta Simpang. Menyangkut dengan hal-hal lainnya seperti pihak yang menagani kegiatans erta besarnya dana, Kadistapang Pidie Jaya mengaku tidak tahu sama sekali. “Kami hanya penerima manfaat sembari menambahkan pihaknya mengapresiasi atas kegiatantersebut,” jawab M Nur.
Salah seorang petugas lapangan yang ditemui Rakyat Aceh di lokasi pembersihan lahan mengatakan, alat berat berupa bekho besar dan bekho kecil masing-masing satu unit. Broser 2 unit serta 12 unit dam truk untuk mengangkut tanah. Bagi yang menginginkan tanah yang sudah dikeruk tadi, pihaknya siap mengantar ke lokasi yang diinginkan. “Satu Truk Rp 50.000,” sebut Dedi, seorang petugas lapangan.
Masa kerja selama sebulan. Sementara David Mahendra dari UPTD Distanbun Aceh yang dihubungi Rakyat Aceh membenarkan, seluas 30 Ha lahan sawah di empat desa/poktan, kini sudah siap diolah. Selain itu, pihaknya juga mengerjakan bedengan seluas kurang lebih satu hektare. Kegiatan tersebut, lanjut David, juga dibantu oleh beberapa petugas lapangan dari Distanpang Pidie Jaya.” Alhamdulillah kegiatan olah tanah di Meurahdua berjalan lancar tanpa hambatan,” timpal David Mahendra.
Bupati Pidie Jaya, H Sibral Masyhi yang dikonfirmnasi Rakyat Aceh mengatakan, pemkab terus berupaya keras melakukan rehab rekon terhadap berbagai fasilitas yang hancur dilanda banjir bandang. Semua itu butuh waktu karenanya, para korban diminta bersabar. (age/rus)
Tidak ada komentar