x

Resmi Dikukuhkan, APJI Aceh Siap Jadi Percontohan Program MBG dan Perkuat Ekonomi Lokal

waktu baca 3 menit
Sabtu, 16 Mei 2026 20:05 6 redaksi

Banda Aceh – Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia (APJI) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Aceh periode 2023–2028 resmi dikukuhkan di The Pade Hotel, Sabtu (16/5/2026).

Pengukuhan tersebut dilakukan langsung oleh Ketua Umum DPP APJI, Tashya Megananda Yukki, kepada jajaran pengurus DPD APJI Aceh yang dipimpin Ketua DPD APJI Aceh, Muhammad Irfan.

Dalam sambutannya, Tashya Megananda Yukki berharap berbagai program kerja APJI Aceh dapat segera direalisasikan secara nyata dan berkelanjutan sebagaimana yang telah berjalan selama ini.

“Hari ini sudah terselenggara pengukuhan APJI DPD Aceh. Saya berharap program-program segera terealisasi dengan nyata seperti biasa. Program yang sudah dijalankan oleh Aceh luar biasa dan bermanfaat untuk anggota,” ujarnya.

Ia menjelaskan, APJI terus mendorong peningkatan sumber daya manusia (SDM) bagi para anggota yang bergerak di bidang usaha tata boga. Menurutnya, pengembangan anggota tidak hanya dilakukan melalui pelatihan, tetapi juga melalui program kemitraan dan kegiatan promosi usaha.

“Kita bukan hanya mengadakan pelatihan, tetapi juga program kerja sama mitra APJI, termasuk memperkuat usaha anggota,” katanya.

Ia turut mengapresiasi kiprah APJI Aceh yang dinilai aktif menjalankan berbagai program organisasi sekaligus mendukung program pemerintah, terutama Makan Bergizi Gratis (MBG) dan penguatan ketahanan pangan.

Menurutnya, aspek keamanan pangan dan kelancaran distribusi bahan pangan harus terus dijaga agar aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan stabil.

“Saat ini terdapat sekitar 20 dapur MBG di bawah naungan APJI Aceh dan seluruhnya beroperasi dengan standar keamanan pangan yang baik,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua DPD APJI Aceh, Muhammad Irfan, mengatakan pihaknya ingin menjadikan APJI Aceh sebagai percontohan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), sekaligus memperkuat kolaborasi dengan pelaku UMKM dan petani lokal.

Menurutnya, sejumlah dapur MBG di bawah naungan APJI Aceh telah menjalin kerja sama dengan para petani lokal untuk memasok bahan pangan yang nantinya disajikan dalam program MBG. Langkah tersebut dinilai mampu membantu meningkatkan penyerapan hasil pertanian masyarakat.

“Petani sangat terbantu dengan adanya MBG karena hasil pertanian mereka terserap dengan baik untuk kebutuhan dapur,” ujarnya.

Ia menambahkan, APJI Aceh juga membangun kerja sama yang solid dengan seluruh potensi yang terlibat dalam operasional dapur MBG agar roda perekonomian masyarakat dapat terus bergerak dan memberikan dampak nyata.

“Kami ingin MBG benar-benar memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat,” katanya.

Selain itu, Muhammad Irfan menyebutkan pihaknya terus mendorong seluruh pengurus APJI Aceh untuk terlibat langsung dalam menyukseskan program pemerintah. Untuk mendukung hal tersebut, APJI Aceh juga mendapatkan berbagai pelatihan dari DPP APJI guna meningkatkan kapasitas anggota dan menyesuaikan dengan kebutuhan program pemerintah.

Ia juga menegaskan bahwa peningkatan sumber daya manusia (SDM) anggota APJI yang memiliki usaha tata boga menjadi fokus utama organisasi. Menurutnya, penguatan SDM tidak hanya dilakukan melalui pelatihan, tetapi juga melalui program kerja sama dengan mitra APJI, termasuk membantu pengembangan usaha anggota.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x