RAKYAT ACEH I MEULABOH – Universitas Teuku Umar (UTU) sukses menggelar konferensi internasional bertajuk International Conference on Agro and Marine Industry (ICONAMI) ke-2 di Auditorium Teuku Umar, Rabu (20/5).
Pertemuan ilmiah tahunan ini menghadirkan puluhan dosen serta peneliti dari berbagai belahan dunia untuk mendiskusikan inovasi masa depan pada industri agro dan maritim. Langkah ini sejalan dengan pencapaian target global, terutama dalam penanganan perubahan iklim (SDGs 13), pelestarian ekosistem laut (SDGs 14), menjaga ekosistem daratan (SDGs 15), serta pembangunan kemitraan global (SDGs 17).
Rektor UTU, Prof. Dr. Ishak Hasan, M.Si., membuka langsung konferensi internasional ini. Ia menyampaikan apresiasi dan kehormatan dapat menyambut para peserta dari berbagai kampus dan lembaga di dunia dalam kegiatan ICONAMI tahun 2026.
Menurutnya, ICONAMI 2026 berfungsi sebagai platform penting yang memfasilitasi dialog dan kolaborasi di antara para ahli, peneliti, dan profesional dari seluruh dunia. Di tengah tantangan industri agro dan maritim yang semakin saling terkait dan kompleks, semangat inovasi dan visi strategis menjadi kunci utama.
“Diperlukan pendekatan lintas disiplin ilmu sangat diperlukan untuk menjawab tantangan masa global kini dan masa depan,” ujar Prof. Ishak Hasan.
Ketua Konferensi ICONAMI 2026, Dr. Munandar, S.Kel., M.Sc., menjelaskan bahwa tema yang diangkat tahun ini berfokus pada sinergi sektor blue and green horizons melalui inovasi pertanian dan kelautan yang berkelanjutan dan tangguh. Agenda ini mempertemukan komunitas yang beragam, mulai dari pemikir, praktisi, hingga peneliti untuk berbagi temuan riset terdepan melalui rangkaian presentasi, lokakarya, dan diskusi.
“Upaya bersama kita dalam ICONAMI 2026 yang ke-2 ini lebih dari sekadar kegiatan akademis. Upaya ini merupakan langkah penting dalam mengembangkan teknologi dan praktik yang dapat memberikan dampak signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat dan ekosistem di seluruh dunia,” kata Dr. Munandar dalam laporannya.
Pada hari pertama, konferensi diisi dengan seminar ilmiah yang menghadirkan pakar dari lima negara, yaitu Indonesia, Australia, Malaysia, Bangladesh, dan Oman. Deputi Bidang Kebijakan Riset dan Inovasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Indonesia, Dr. Ir. Boediastoeti Ontowirjo, MBA., hadir memaparkan materi mengenai strategi riset nasional untuk sumber daya laut dan pesisir yang berkelanjutan.
Selanjutnya, materi disusul oleh Prof. Amanda Reichelt-Brushett dari Southern Cross University Australia yang memaparkan hasil risetnya mengenai manajemen daerah aliran sungai di wilayah rawan banjir dan hubungannya antara sektor pertanian dengan lautan. Topik serupa mengenai Catchment management in a flood-prone river system – where agriculture connects to oceans juga diulas mendalam oleh Prof. Dr. Wan Maznah Wan Omar dari Universiti Sains Malaysia.
Pembicara berikutnya, Naina Islam selaku Asisten Profesor dari Institute of Marine Sciences, University of Chittagong, Bangladesh, memaparkan materi mengenai visi ketahanan masa depan untuk pangan dan bumi. Sesi seminar internasional ini kemudian ditutup oleh pemaparan dari Dr. Sachinandan Dutta, dosen sekaligus peneliti dari Department of Marine Science and Fisheries, Sultan Qaboos University, Oman, yang mengulas tentang pendekatan berkelanjutan pada terumbu karang buatan dan perikanan.
Konferensi ini dilaksanakan secara bauran (hybrid) untuk mengakomodasi peserta yang tidak dapat hadir langsung ke lokasi acara. Dalam sesi paralel yang dijadwalkan setelah seminar internasional, sebanyak 75 makalah ilmiah dipresentasikan oleh para peneliti.
Melalui penyelenggaraan konferensi internasional ini, rumusan ide dan hilirisasi riset yang dihasilkan diharapkan mampu menjadi pijakan baru bagi kemajuan ilmu pengetahuan dunia.
Sinergi gagasan global yang lahir dari kampus UTU ini diproyeksikan dapat memberikan kontribusi nyata dalam menjaga keseimbangan ekosistem bumi sekaligus meningkatkan taraf hidup masyarakat global di masa depan.(den)
Tidak ada komentar