x

Dana Operasional dari BGN Belum Cair Sejumlah Dapur MBG Terpaksa Tutup Sementara

waktu baca 2 menit
Senin, 8 Jun 2026 19:51 5 redaksi

RAKYAT ACEH | BANDA ACEH  – Sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai daerah di Aceh menghentikan operasional sementara mulai Senin (8/6).

Penghentian layanan tersebut dipicu belum cairnya dana operasional dari Badan Gizi Nasional (BGN) Pusat ke rekening virtual account (VA) masing-masing SPPG.
Koordinator Regional Aceh Badan Gizi Nasional (BGN), Mustafa Kamal, membenarkan adanya sejumlah SPPG di Aceh yang untuk sementara tidak beroperasi karena kendala pencairan dana operasional.
“Benar. Pemberhentian operasional sementara dikarenakan ada beberapa SPPG yang saldo virtual account (VA)-nya sudah menipis dan dana operasional belum masuk. Per hari ini sedang diproses pencairannya,” kata Mustafa saat dihubungi Harian Rakyat Aceh.

Ia menjelaskan, laporan mengenai SPPG yang terdampak masih terus dikumpulkan dari berbagai kabupaten dan kota di Aceh. Karena itu, pihaknya belum dapat memastikan jumlah keseluruhan dapur MBG yang menghentikan layanan.

“Kita sedang mendata. Ada beberapa kabupaten/kota yang datanya masih ditunggu. Ada kendala pada pencairan VA di BGN Pusat,” ujarnya.
Menurut Mustafa, pihaknya berharap dana operasional tersebut dapat segera dicairkan sehingga layanan MBG dapat kembali berjalan normal dalam waktu dekat.
“Kita sangat mengharapkan dana dapat dicairkan hari ini sehingga besok bisa kembali dilayani,” katanya.

Sebelumnya, instruksi penghentian sementara operasional juga disampaikan kepada seluruh koordinator wilayah, koordinator kecamatan, dan kepala SPPG di Aceh dan Sumatera Utara. Dalam arahan tersebut disebutkan bahwa SPPG yang saldo dananya telah habis diminta menghentikan operasional sementara hingga dana VA kembali terisi.

Di Kabupaten Aceh Besar, dampak keterlambatan pencairan dana tersebut menyebabkan puluhan dapur MBG tidak dapat beroperasi.
Koordinator Wilayah SPPG Aceh Besar, Feisal Akbar, mengatakan sebanyak 27 dari total 60 SPPG di daerah itu berhenti beroperasi.
“Sebanyak 27 SPPG di Aceh Besar ikut berhenti beroperasi akibat belum cairnya anggaran operasional dari BGN Pusat,” ujarnya.

Kondisi serupa juga terjadi di Kota Banda Aceh. Koordinator Wilayah SPPG Banda Aceh, Muhammad Reza, menyebutkan sebanyak tujuh dari total 37 SPPG menghentikan layanan karena dana operasional belum masuk ke rekening VA masing-masing.

Menurutnya, ketujuh dapur MBG tersebut mulai berhenti beroperasi secara serentak sejak Senin (8/6).
“Dana operasional ke rekening virtual account belum dikirim oleh BGN Pusat, sehingga tujuh SPPG di Banda Aceh terpaksa menghentikan operasional sementara,” kata Reza.
Hingga kini, BGN Aceh masih melakukan rekapitulasi jumlah SPPG yang terdampak di seluruh Aceh sembari menunggu proses pencairan dana operasional dari pusat selesai. (sep/min)

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x