Kondisi hunian sementara (huntara) warga Desa Umang Isaq, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah. Masyarakat direlokasi dari kampung asal setelah infrastruktur jalan rusak parah akibat bencana pada November 2025. Foto: Jurnalisa.RAKYAT ACEH | TAKENGON – Warga Desa Umang Isaq, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, yang masih menempati hunian sementara (huntara) mengeluhkan kondisi lingkungan yang berlumpur setiap kali hujan turun. Selain itu, keterbatasan fasilitas pendidikan bagi anak-anak juga dinilai membutuhkan perhatian serius dari pemerintah.
Salah seorang warga, Said, mengatakan kondisi lahan huntara menjadi becek dan sulit dilalui saat musim hujan. Hingga kini, warga masih bertahan di lokasi tersebut karena belum memiliki pilihan lain.
Menurutnya, kembali ke Desa Umang Isaq belum memungkinkan mengingat akses jalan dan infrastruktur menuju kampung asal masih rusak dan sulit dilalui. Karena itu, warga sebelumnya sepakat membangun permukiman baru di pinggir jalan nasional sebagai tempat tinggal sementara.
Said juga mengungkapkan masih ada delapan warga yang belum mendapatkan hunian sementara. Padahal, tim verifikasi telah melakukan pendataan terhadap calon penerima huntara. Namun hingga kini, bantuan tersebut belum terealisasi.
Selain persoalan tempat tinggal, kondisi pendidikan anak-anak juga memprihatinkan. Hampir satu tahun pascabencana, sebanyak 35 anak usia sekolah masih harus belajar dalam satu tenda.
“Semua anak-anak belajar dalam satu tenda, padahal mereka berasal dari kelas yang berbeda-beda,” kata Said, Sabtu (25/7/2026).
Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk memperbaiki kondisi lahan huntara agar tidak lagi berlumpur saat hujan serta menyediakan fasilitas belajar yang layak bagi anak-anak di Umang Isaq.
Warga lainnya, Samsul, juga berharap pembangunan hunian tetap (huntap) segera direalisasikan sehingga masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan dengan lebih layak.
Sementara itu, berdasarkan informasi yang diperoleh dari salah satu sumber, proses pembangunan hunian tetap saat ini masih berada pada tahap pelelangan atau tender. (jur/mar)
Tidak ada komentar