x

Pedagang Jalan Chik Pante Kulu Tolak Rencana Pembangunan Taman dan Tempat Kuliner

waktu baca 2 menit
Kamis, 20 Agu 2026 15:00 16 redaksi

BANDA ACEH — Sejumlah pedagang di sepanjang Jalan Tgk Chik Pante Kulu, Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh, menyatakan menolak rencana pembangunan tempat kuliner dan taman di sepanjang ruas jalan tersebut.

Penolakan itu disampaikan para pedagang melalui pemasangan sejumlah spanduk di lokasi. Dalam spanduk tersebut, pedagang menyatakan menolak pembangunan taman serta rencana penutupan akses jalan bagi kendaraan roda dua dan roda empat.

Para pedagang menilai rencana tersebut dapat berdampak terhadap aktivitas usaha mereka. Mereka khawatir pembatasan akses kendaraan akan membuat pelanggan kesulitan mencapai lokasi dan pada akhirnya merugikan para pedagang.

Penolakan juga disampaikan para pedagang melalui pemasangan sejumlah spanduk di lokasi. Foto: Ist

Dalam sebuah video yang diterima Rakyat Aceh, sejumlah pedagang juga menyampaikan keberatan terhadap rencana pembangunan tersebut. Mereka meminta agar akses jalan tetap dibuka dan tidak dilakukan penutupan.

Salah seorang pedagang, Irham, mengatakan para pedagang tetap pada sikap menolak rencana pembangunan yang dinilai dapat mengganggu aktivitas perdagangan di kawasan tersebut.

“Kami tetap menolak. Jangan sampai pembangunan ini justru merugikan pedagang yang selama ini mencari nafkah di sini,” ujar Irham, Kamis (20/8/2026).

Selain persoalan ekonomi, pedagang juga menyampaikan kekhawatiran terkait aktivitas pada malam hari. Mereka meminta agar aspek ketertiban dan penerapan syariat Islam turut menjadi pertimbangan apabila kawasan tersebut nantinya dijadikan tempat kuliner.

Para pedagang berharap pemerintah mempertimbangkan aspirasi mereka sebelum mengambil keputusan terkait rencana pembangunan di sepanjang Jalan Tgk Chik Pante Kulu.

Sebelumnya, rencana penataan Jalan Tgk Chik Pante Kulu disampaikan Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal, melalui unggahan akun TikTok pribadinya.

Dalam video tersebut, Illiza menyebut pemerintah akan melakukan pengerjaan jalan dan penataan kawasan secara bertahap.

Ia mengatakan, kawasan tersebut direncanakan dapat dimanfaatkan sebagai pusat kuliner pada malam hari.

“Malam bisa kita pakai untuk kuliner juga di kawasan ini. Semua sedang kita persiapkan konsepnya,” ujarnya.

Pemerintah Kota Banda Aceh saat ini disebut masih mempersiapkan konsep penataan kawasan tersebut. Selain pengerjaan infrastruktur jalan, rencana itu diarahkan untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat melalui pengembangan kawasan kuliner.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x