x

Hasil Try Out TKA 2026, Aceh Tenggara Peringkat 14 dari 23 Kabupaten/Kota di Aceh

waktu baca 2 menit
Jumat, 2 Okt 2026 21:01 10 redaksi

KUTACANE — Hasil try out Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 tahap pertama setingkat SMA sederajat, menunjukkan Kabupaten Aceh Tenggara berada di peringkat ke-14 dari 23 kabupaten/kota se-Aceh.

 

Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Aceh Tenggara, Jufri RM mengatakan hasil tersebut merupakan gambaran capaian peserta didik dalam pelaksanaan try out TKA tahap pertama.

 

“Untuk hasil try out TKA 2026 tahap pertama, Aceh Tenggara berada di peringkat ke-14 dari 23 kabupaten/kota se-Aceh, dengan nilai rata-rata 385,16 dari 2.324 siswa yang mengikuti,” kata Jufri.

 

Ia menjelaskan, posisi pertama ditempati Kabupaten Bireuen dengan jumlah peserta mencapai sekitar 4.000 siswa dan nilai rata-rata 456,03.

 

Diikuti posisi kedua Kota Subulussalam dengan jumlah peserta 1.173 siswa dan nilai rata-rata 456,73. Sementara Kota Banda Aceh berada di peringkat ketiga dengan 4.785 peserta dan nilai rata-rata 451,74.

 

“Posisi Aceh Tenggara berada satu tingkat di bawah Aceh Singkil dan satu tingkat di atas Kota Langsa,” ujarnya.

 

Menurut Jufri, hasil tersebut menjadi salah satu bahan evaluasi bagi satuan pendidikan untuk melihat capaian akademik siswa sekaligus melakukan pembenahan sebelum pelaksanaan TKA sesungguhnya.

 

Selain berdasarkan kabupaten/kota, hasil try out juga menunjukkan capaian satuan pendidikan pada jenjang SMA, SMK dan SLB.

 

Dari 50 sekolah dengan peringkat teratas berdasarkan nilai rata-rata, hanya satu sekolah asal Aceh Tenggara yang berhasil masuk dalam daftar tersebut, yakni SMA Perisai Kutacane.

 

SMA Perisai Kutacane berada di peringkat ke-21 dari 50 sekolah dengan jumlah peserta sebanyak 54 siswa dan memperoleh nilai rata-rata 543,66.

 

“Ini tentu menjadi bahan evaluasi bagi kita semua. Sekolah yang sudah masuk peringkat atas harus dipertahankan dan ditingkatkan, sedangkan sekolah lainnya perlu melakukan evaluasi terhadap proses pembelajaran dan persiapan siswa,” kata Jufri.

 

Ia berharap hasil try out tahap pertama tidak hanya dilihat sebagai peringkat, tetapi menjadi bahan pemetaan kemampuan peserta didik dan dasar untuk memperbaiki strategi pembelajaran di masing-masing sekolah.

 

“Kita berharap pada tahap berikutnya capaian Aceh Tenggara bisa meningkat. Yang terpenting adalah bagaimana sekolah, guru dan siswa menjadikan hasil ini sebagai bahan evaluasi untuk melakukan perbaikan,” pungkasnya. (VAL)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x