x

Waled Blang Rayeuk Apresiasi Kapolri Turun Langsung Ungkap 1,2 Ton Sabu di Aceh

waktu baca 3 menit
Minggu, 25 Okt 2026 16:49 2 redaksi

RAKYAT ACEH | LHOKSEUMAWE— Pimpinan Dayah QAHA Ukhwatul Qur’an, Kota Lhokseumawe, Aceh, Tgk. Jamaluddin H. Kadir, menyampaikan apresiasi komitmen Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dalam pemberantasan narkotika, khususnya terkait pengungkapan kasus 1,2 ton sabu cair di Kabupaten Pidie, Aceh.

Tgk. Jamaluddin yang akrab disapa Waled Blang Rayeuk itu menilai, keterlibatan langsung pimpinan tertinggi Polri dalam pengungkapan kasus menjadi perhatian penting terhadap ancaman peredaran narkotika yang dapat merusak kehidupan masyarakat dan masa depan generasi muda.

Namun, menurutnya, keberhasilan mengungkap kasus narkotika dalam jumlah besar harus menjadi bagian dari upaya penegakan hukum yang berkesinambungan, bukan sekadar pencapaian dalam satu operasi. Pengembangan jaringan, penelusuran pemasok, pengungkapan jalur distribusi, serta penindakan terhadap pihak-pihak yang terbukti terlibat perlu terus dilakukan sesuai ketentuan hukum.

“Terima kasih kepada Bapak Kapolri atas komitmen dalam upaya pemberantasan narkoba. Kami berharap langkah ini menjadi penguat bagi seluruh jajaran kepolisian untuk terus mengungkap jaringan peredaran narkotika hingga ke akar-akarnya,”ucap Tgk. Jamaluddin kepada Rakyat Aceh, Ahad (25/10/2026).

Menurut Waled Blang Rayeuk, pengungkapan narkotika dalam jumlah besar memperlihatkan betapa seriusnya ancaman yang harus dihadapi. Karena itu, penanganan perkara tidak semestinya berhenti pada penyitaan barang bukti dan penangkapan tersangka, tetapi perlu dilanjutkan dengan pengembangan perkara untuk mengungkap keseluruhan jaringan yang terlibat.

Ia berharap aparat penegak hukum dapat menelusuri rantai pasokan dan distribusi narkotika secara menyeluruh, termasuk mengusut pihak-pihak yang memiliki peran dalam peredaran barang terlarang tersebut berdasarkan bukti dan proses hukum yang berlaku.

Bagi masyarakat Aceh, pemberantasan narkotika bukan hanya persoalan keamanan dan penegakan hukum. Masalah ini juga menyangkut perlindungan keluarga, masa depan pendidikan, ketahanan sosial, serta keselamatan generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkoba.

“Jangan sampai narkoba merampas masa depan generasi muda kita. Semua pihak harus mengambil bagian, mulai dari keluarga, ulama, lembaga pendidikan, pemerintah, hingga masyarakat. Pemberantasan harus dilakukan secara tegas, sementara pencegahan harus diperkuat dari lingkungan terkecil,” tegasnya.

Selain itu, Waled Blang Rayeuk menekankan, perang melawan narkoba membutuhkan pendekatan menyeluruh. Penindakan tegas terhadap jaringan peredaran harus berjalan seiring dengan pencegahan, edukasi publik, rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan, serta pengawasan lingkungan yang melibatkan masyarakat.

Menurutnya, aparat kepolisian memiliki peran penting dalam penegakan hukum, tetapi upaya menyelamatkan generasi muda tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada aparat.

Keluarga perlu memperkuat pengawasan dan komunikasi dengan anak-anak. Lembaga pendidikan harus meningkatkan pemahaman tentang bahaya narkotika, sedangkan pemerintah perlu memperluas program pencegahan dan akses rehabilitasi. Di sisi lain, masyarakat diharapkan berani melaporkan aktivitas mencurigakan melalui saluran resmi tanpa melakukan tindakan main hakim sendiri.

Ulama Ingatkan Bahaya Narkoba dalam Perspektif Islam

Sebagai pimpinan dayah, Tgk. Jamaluddin turut mengingatkan bahwa menjaga akal, jiwa, keluarga, dan kehidupan sosial merupakan bagian penting dalam ajaran Islam. Segala sesuatu yang memabukkan dan merusak akal harus dijauhi karena dapat membawa dampak buruk bagi individu maupun lingkungan sekitarnya.

Ia menilai, pembinaan agama dan pendidikan moral perlu diperkuat sebagai benteng bagi generasi muda agar tidak mudah terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika maupun lingkungan pergaulan yang berisiko.

Meski demikian, pendekatan keagamaan perlu berjalan beriringan dengan langkah nyata, seperti edukasi yang berkelanjutan, pendampingan keluarga, akses rehabilitasi, dan penegakan hukum yang adil.

Waled Blang Rayeuk berharap pengungkapan kasus sabu di Pidie menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi seluruh elemen bangsa dalam memerangi narkotika.

Ia mengajak masyarakat Aceh untuk tidak bersikap acuh terhadap ancaman narkoba dan mulai memperkuat kepedulian dari lingkungan keluarga, gampong, sekolah, serta lembaga pendidikan keagamaan.

“Menjaga generasi muda dari narkoba merupakan tanggung jawab bersama. Kita mendukung penegakan hukum yang tegas, sekaligus harus memastikan anak-anak kita mendapatkan pendidikan, pembinaan, dan lingkungan yang melindungi mereka dari bahaya narkotika,”terang Tgk. Jamaluddin. (arm/ra)

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x